Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Penanaman Sorgum Digalakkan di Martapura, Boy Rifai Dorong Ketahanan Pangan dan Alternatif Sehat bagi Masyarakat

oplus_2

Banjar, Darahjuang.online – Gerakan penanaman sorgum mulai digalakkan di wilayah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dipelopori oleh petugas utama Sorghum Sejahtera Foundation, Boy Rifai, bersama sejumlah tokoh masyarakat, budayawan Yadi Muryadi, dan pemerintah daerah melalui penanaman di beberapa titik wilayah Martapura, Jumat (15/05/2026).

Kegiatan penanaman sorgum dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni kawasan Sungai Ulin di lahan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura, serta lahan Desa Indrasari, Kecamatan Martapura Kota.

Boy Rifai mengatakan penanaman sorgum tersebut menjadi bagian dari amanah dan perjalanan panjangnya dalam memperkenalkan manfaat tanaman sorgum kepada masyarakat luas.

“Saya Boy Rifai, petugas utama dari Sorghum Sejahtera Foundation, di mana pembina-pembina kami memberi tugas untuk saya menghatamkan diri sebagai khalifah. Hari ini di usia saya 70 tahun, saya menyelesaikan amanah sebagai khalifah dengan menanam sorgum di Banua,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jenis sorgum yang ditanam kali ini merupakan sorgum hitam yang diyakini memiliki manfaat lebih besar bagi kesehatan dan kebutuhan pangan masyarakat.

“Dan sorgum yang kami tanam adalah sorgum hitam, sehingga mungkin kemanfaatannya akan menjadi bertambah,” katanya.

Menurut Boy Rifai, dirinya bukan pertama kali datang ke Kalimantan Selatan. Ia mengaku telah beberapa kali berkunjung bersama komunitas budaya dan sejumlah budayawan Banjar dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

“Saya sudah berkali-kali datang ke Banua bersama Banjar TV dan komunitas budaya. Hari ini saya ditemani Yadi Sugandi untuk membacakan puisi tentang menanam sorgum,” ucapnya.

Ia berharap keberadaan tanaman sorgum nantinya dapat menjadi alternatif pangan baru, khususnya bagi para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura dan masyarakat secara umum.

“Harapan saya, sorgum bisa menjadi alternatif baru bagi santri-santri Hidayatullah dan masyarakat Martapura,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Martapura Kota, Pahrian Rahman, menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi dan penanaman sorgum yang dinilai memiliki manfaat besar untuk masyarakat, terutama sebagai alternatif pangan pengganti beras.

“Kegiatan Pak Boy bersama tim ini melakukan sosialisasi sekaligus penanaman bibit sorgum yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah kita, sebagai alternatif pengganti beras,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama masyarakat juga telah mencoba produk olahan sorgum dalam bentuk makanan dan merasakan langsung manfaatnya.

“Tadi kita bersama-sama mencicipi hasil produk sorgum tersebut. Setelah dicoba, rasanya cukup mengenyangkan. Produk ini rendah kalori dan rendah karbohidrat, tetapi memiliki manfaat bagi kesehatan,” katanya.

Pahrian Rahman berharap program penanaman sorgum dapat dikembangkan lebih luas di wilayah Kecamatan Martapura dengan memanfaatkan lahan pekarangan milik warga.

“Kami berharap tanaman sorgum ini bisa hidup dan berkembang bukan hanya di Desa Indrasari dan Sekumpul, tetapi juga di seluruh wilayah Kecamatan Martapura,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pihak kecamatan akan melakukan sosialisasi bertahap kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai stakeholder dan lintas sektor agar budidaya sorgum semakin dikenal masyarakat.

“Nanti kita akan mengundang para pembakal, lurah, dan lintas sektor untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya sorgum. Kalau ada lahan pekarangan yang kosong, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk budidaya sorgum,” ujarnya.

Menurutnya, tanaman sorgum memiliki keunggulan karena mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan yang rumit.

“Tanaman ini tidak perlu banyak pemupukan ataupun treatment khusus. Dalam kondisi apa pun mereka bisa hidup,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *