BANJARBARU, Darahjuang.online – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kota Banjarbaru. Polsek Banjarbaru Utara bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru serta kelompok tani melakukan pengolahan lahan sebagai persiapan penanaman jagung di kawasan Sungai Ulin, Rabu (7/10/2026).
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan lahan sebelum dilakukan penanaman jagung. Dari total lahan yang disiapkan seluas 44 hektare, sebagian di antaranya telah melalui proses land clearing dan mulai dilakukan pembajakan.
“Untuk pagi ini Polsek Banjarbaru Utara melakukan kegiatan pengolahan lahan persiapan untuk tanam jagung. Jumlahnya yang direncanakan 44 hektare,” terangnya.
Ia menjelaskan, sekitar 15 hektare lahan yang berada di pinggir jalan telah selesai dilakukan land clearing. Kemudian terdapat sekitar 5 hektare lahan lainnya yang juga telah dibersihkan, sementara sekitar 24 hektare lahan di bagian dalam masih dalam proses persiapan.
Menurut Yuwono, pengolahan dan pembajakan lahan dilakukan sebagai langkah awal sehingga ketika hujan mulai turun, lahan yang telah siap dapat langsung ditanami jagung.
“Kalau sudah lahannya land clearing, tinggal persiapan langsung tanam. Mudah-mudahan tercapai 44 hektare,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses pengolahan lahan, sebanyak tiga unit traktor dikerahkan. Alat tersebut merupakan bantuan pinjam pakai dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Banjarbaru.
Yuwono menyebut persiapan kegiatan tersebut telah dilakukan sekitar satu setengah bulan. Penggunaan tiga unit traktor diharapkan mampu menyelesaikan pengolahan lahan sesuai target waktu, sehingga penanaman dapat dilakukan saat memasuki musim hujan.
“Alhamdulillah cukup untuk mencapai bulan November awal turun hujan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Kota Banjarbaru dan kelompok tani yang terlibat.
“Ini salah satu kolaborasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada instansi terkait, termasuk petani kelompok tani Makmur Subur maupun Subur Makmur. Mudah-mudahan sukses untuk petani kelompok jagung dan sukses untuk ketahanan pangan di Banjarbaru,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru, Wiwin Rabiyati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
Ia menyebut, lahan yang dipersiapkan untuk penanaman jagung mencapai 44 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 24 hektare telah dilakukan pengolahan tanah, sedangkan sisanya masih dalam tahap pengerjaan.
“Ini salah satu kolaborasi, yang mana rencana untuk penanaman jagungnya seluas 44 hektare. Yang sudah kita olah tanah sekitar 24 hektare dan sisanya masih dalam pengerjaan,” jelasnya.
Menurutnya, penanaman jagung tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung di Kota Banjarbaru.
Wiwin berharap seluruh proses pengolahan lahan dapat segera diselesaikan dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca, sehingga penanaman dapat dilakukan sesuai rencana.
“Mudah-mudahan nanti selesai pengerjaan akan turun hujan, sehingga sesuai rencana kita dalam melakukan pertanaman jagung. Ini salah satu upaya ketahanan pangan yang ada di Kota Banjarbaru, yaitu ketersediaan pangan khususnya komoditas jagung,” ujarnya.
Selain pendampingan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru juga memberikan dukungan berupa sarana pengolahan lahan. Dua unit alat disiapkan untuk membantu proses pengolahan tanah.
“Selain pendampingan penuh, juga bantuan alat. Bantuan alat sebanyak dua buah atau unit untuk pengolahan tanah,” katanya.
Dukungan juga disiapkan untuk kebutuhan operasional alat, termasuk bantuan bahan bakar minyak. Bahkan, apabila diperlukan, pemerintah daerah juga akan membantu penyediaan bibit jagung dan pupuk.
“Kalau seandainya memerlukan bibit jagung dan pupuk, insya Allah kita akan sediakan,” pungkasnya.(14).


















