Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Menanggapi Pemberitaan Terkait Polemik Parkir Yang Dikelola Pihak Ke Tiga dan Kenaikan Setoran Dari Jukir. Wakil Komisi 3 DPRD Kota Bengkulu “Akan Kita Tracking”

Kota Bengkulu, Darah Juang Online — Berkenaan dengan adanya Pemberitaan Soal Parkir yang dikelola oleh pihak ke Tiga di Zona Enam Kota Bengkulu, dan target kenaikan setoran yang dialami Juru Parkir Kota. Wakil Komisi 3 DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto SPt MAP, turud berkomentar.

Menurutnya, ketika berkomunikasi kepada media Darah Juang Online. Jumat (11/2/22)

Alaku

Persoalan parkir ini penuh misteri, “penetapan angka setoran kecil di bilang Bocor, penetapan angka besar di bilang tak manusiawi. Padahal pilihan Pemkot dalam mengelola parkir diserahkan kepada pihak ketiga diharapkan agar dikelola dengan profesional mengacu pada prinsip rasionalitas dan ekonomis. ” Katanya.

Apakah angka yang sekarang kategori besar.?, Dediyanto berpendapat “Sedang atau kecil itu bisa di jawab dengan Uji Petik secara profesional. ” Katanya.

Untuk itu, “kami dari DPRD mengajak mari semua yang peduli atas persoalan ini untuk bersama bergerak, gunakan semua ilmu yang dimiliki untuk bersama melakukan tracking berapa sebenarnya angka yang di peroleh dari titik parkir A, parkir B di zona setiap Zona yang ada, karena ingat setiap zona akan beda nilai dan tiap titik di zona akan berbeda nilai karena ini terkait konsistensi kendaraan yg masuk pada wilayah tersebut. ” Sambung Politisi PAN Kota Bengkulu ini.

Dediyanto juga menerangkan, barusan telah mengirimkan info besaran kenaikan setoran dari jukir yang di informasikan oleh teman – teman kepada Kepala Bappeda dan kita dari DPRD juga akan secara terbuka dan tertutup melakukan ricek di lapangan.

Pagi dan siang tadi saya sudah menghubungi mereka yang pernah bekerja di parkir. Ucapnya.

Lebih lanjut, jelas Dediyanto “Saya sampaikan kepada mereka untuk terbuka menyampaikan pada pihak ke tiga selaku pengelola terkait persoalan yang ada. Semisal dapat pemasukan hanya segitu atau segini maka itu yang disampaikan pada pihak ketiga, dan tanyakan dengan pihak ketiga itu bagaimana caranya agar sesuai dengan permintaan mereka, ini terkait strategi selaku Jukir. Selain hal tersebut saya bilang dengan pekerja parkir seandainya angka itu tidak rasional jangan memaksakan setor segitu dan mereka menjawab kalau kami tidak setor maka SPT di serahkan pada pihak ke tiga dan mungkin pihak ketiga akan rekrut orang lain.”

Saya tanya lagi, seandainya begitu kan pasti orang baru yang di rekrut juga tidak akan mau karena hitungannya bukan untung tapi buntung karena nombok. Dediyanto menerangkan.

“dan pada akhir nya pihak ketiga tersebut akan menyerah. ” Terang Anggota DPRD Kota Bengkulu ini.

Dedi juga menuturkan hasil trackingnya siang ini, ada jukir yang mengatakan lebih baik menombok dengan alasan karena tidak ada kerjaan lain. Ditanya apa tidk merugi,? Sebagian jukir mengatakan akan mencari jalan keluar atas hal tersebut.

Atas hal tersebut, Dediyanto berpandangan terkait apa yang menyebabkan pemegang SPT bertahan. “Sebagai jukir berasumsi bahwa mereka nanti akan menguasai lahan tersebut. ” Jelas Dedi. Menurutnya, kapanpun jukir tidak akan menguasai lahan, karena itu lahan pemerintah yang akan di kerjasama kan tetap dengan prinsip profesional.

“Prinsip ini untuk mencegah kongkalikong sehingga pemegang SPT bisa berubah kepada siapa saja. ” Tanggapnya.

Belajar dari hasil temuan di ini, pihak DPRD akan lakukan tracking secara komprehensif dan hasilnya sebagai bahan untuk mengkaji kebijakan terkait penetapan harga di tiap zona, untuk itu di perlukan masukan masyarakan.

“Saya meyakini proses seperti ini juga di kehendaki oleh Pemkot. Dalam waktu dekat kita akan turun kelapangan, mungkin besok. ” tutupnya. (12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *