Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Fakta Dugaan Pelarian dan Pencabulan Pelajar Di Kota Bengkulu, Terduga Pelaku Sudah Ditangkap?

Foto, Ibu dan Nenek Korban Saat Melaporkan Dugaan Pelarian dan Pencabulan Terhadap Korban Di Polres Bengkulu

Bengkulu, Darah Juang Online – Telah memasuki tiga hari sejak dilaporkan pada (13/05/22) sore terduga pelaku pelarian dan pencabulan salah seorang pelajar di Kota Bengkulu belum ada kabar sudah ditangkap atau belum.

Alaku

Nenek korban, JH meminta polisi segera menangkap terduga pelaku.

“Sudah kami laporkan ke Polres Bengkulu, namun hingga hari ini belum ada juga kabar perkembangan kasus ini. Kami minta polisi segera mengusut tuntas kasus ini,”. Kata Nenek korban, JH ditemui di rumahnya (15/05/22) kemarin.

Mendalami fakta dugaan pelarian dan pencabulan terhadap salah seorang pelajar tersebut, Darah Juang Online menggelar penelusuran bersama korban, IA dan Keluarga Korban, (13/05/22) kemarin.

Penjelasan korban, pertemuan antara terduga korban dan pelaku berawal dari perkenalan di dunia maya, facebook sebelum lebaran.

“Kami berkenalan di facebook, tidak berapa lama dia (terduga pelaku) mengajak bertemu. Kami bertemu di pasar Panorama Lingkar Timur Kota Bengkulu. Kemudian dihari lebaran kedua dia ngajak ketemu kembali. Kami bertemu di gang tidak jauh dari rumah. Lalu saya di ajak jalan-jalan ke arah Arga Makmur, tiba di Sungai Hitam kami berhenti berfoto ngobrol sampai sore,”. Jelas korban IA.

Kemudian korban mengaku minta diantar pulang, tetapi terduga pelaku membawanya ke rumah rekannya.

“Melihat hari sudah sore, saya minta diantar pulang. Namun bukannya diantar saya dibawa ke rumah temannya di lokasi Suka Merindu. Dia (red) meminta saya menjual HP, setelah hp saya terjual uangnya diambil pelaku untuk membeli minuman keras,”. jelasnya kembali.

Korban juga mengaku telah dicabuli dan dijual oleh terduga pelaku.

“Sejak hari itu, saya disekap oleh terduga pelaku di rumah rekannya. Saya hanya dikasih makan sekali di hari pertama. Hari-hari berikutnya saya cuma dikasih makan, makanan ringan. Saya dicabulinya, dia juga meminta saya melayani nafsu temannya karena dia (red) telah menerima uang dari temannya,”. Jelasnya kembali.

Keluarga korban melakukan pencarian.

Mengetahui cucunya tidak pulang hingga malam hari, Nenek korban JH bersama keluarga mencari korban.

“Kami sangat panik, kami melakukan pencarian kemana-mana. Biaya pencarian sudah habis satu juta rupiah. Namun selama seminggu cucu saya tidak pulang. Karena panik, kami melaporkan kehilangan cucu kami ke Polsek Gading Cempaka Kota Bengkulu dan media lokal Bengkulu,”. Kata Nenek Korban, JH.

Dalam pencarian korban, nenek korban mengaku hampir ditangkap polisi.

“Saat mencari cucu saya, saya hampir ditangkap polisi di Kampung Bali Kota Bengkulu. Kami diduga orang yang akan berbuat kriminal. Saya berupaya menjelaskan kepada polisi tersebut bahwa kami sedang mencari cucu saya hilang,”. Jelasnya kembali.

Korban ditemukan oleh tetangga di Pasar Panorama Lingkar Timur Kota Bengkulu.

Tetangga korban, MR mengaku pertama kali menemukan korban dalam kondisi tidak sehat di pasar Panorama Lingkar Timur Kota Bengkulu.

“Saya temukan korban di pasar, karena kondisinya tidak bisa diajak jalan saya tidak berani langsung membawanya pulang. Diakan (korban) perempuan, sementara saya laki-laki dan suami orang. Karena itu, saya langsung menemui keluarga korban dan mengabarkan korban ada di pasar. Lalu kami bawa korban pulang,”. Kata MR

Lebih jauh MR menceritakan kondisi korban saat pertama kali ditemukan.

“Saat itu, korban seperti orang yang putus asa. Ia melawan saat diajak bicara. Ditanya apa yang telah terjadi seakan mau menerkam. Kondisinya lemah,”. Jelasnya kembali.

Korban dipulangkan oleh terduga pelaku.

13 Mei 2022 Darah Juang Online bersama keluarga korban mengajak korban menelusuri sepanjang perjalanan korban pulang.

Dari perjalanan itu, didapat fakta bahwa korban diantar pulang oleh terduga pelaku dari rumah tempat korban disekap inisial RI di Suka Merindu Kota Bengkulu berjalan kaki menuju lokasi Pom Bensin Tanah Patah Kota Bengkulu tidak jauh dari hotel Mercure.

Tidak jauh dari pom bensin itu, terduga pelaku mencari angkutan kota warnah hijau untuk terduga korban. Setelah korban naik angkutan umum terduga pelaku pulang.

Setiba di pasar Panorama Lingkar Timur Kota Bengkulu korban turun dari angkutan umum tersebut. Setelah turun dari angkutan umum, korban duduk istirahat sambil menahan rasa sakit. Beruntung ada tetangga korban yang menemukannya. (01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *