Alaku
Alaku
Alaku Alaku

BADKO HMI SUMBAGSEL: COPOT ATAU MUNDUR KAPOLRES !!

Nasional, Darah Juang Online — Beberapa waktu yang lalu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu gelar aksi tolak rencana pemerintah akan menaikkan hari Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu.

Aksi yang digelar pada awalnya berjalan secara damai pada akhirnya berakhir ricuh, antara pihak mahasiswa dan aparat kepolisian, telah mengakibatkan 5 mahasiswa mengalami luka-luka dan ada yang mendapat pertolongan pertama hingga dilarikan ke Rumah Sakit di Kota Bengkulu karena terluka.

Alaku

Mahasiswa tersebut diantarnya, Aldi HMI dari Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) terluka dibagian dada, Handi dari HMI Komisariat Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu dilarikan ke Rumah Sakit karena mendapat 4 jahitan luka di kepala.

Sedangkan Fauzan Azima juga merupakan kader HMI Komisariat Syariah UIN FAS Bengkulu terdapat luka pecah pelipis bagian mata atas sebelah kiri, dan satu lagi adalah Fadil Luka memar dibagian dada, terakhir Riski mendapatkan luka memar.

Menyikapi tindakan reprefisitas aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi HMI Cabang Bengkulu yang digelar pada tanggal 31 Agustus 2022 di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Badko HMI Sumbagsel angkat bicara.

Disampaikan Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Dede Irawan dalam pesan singkat Via Whatsapp yang diterima Media Darah Juang Online, Senin (5/9/22)

“Kapolres Kota Bengkulu harus bertanggungjawab atas kegagalannya dalam mengamankan aksi demonstrasi hingga mengakibatkan kerusuhan dalam aksi penolakan kenaikan BBM Bersubsidi,” terangnya

Ditegaskan kembali oleh Dede, “Setidaknya terdapat 5 orang Kader HMI Cabang Bengkulu menjadi korban tindakan represifitas aparat kepolisian. Kami mendesak supaya Kapolres Kota Bengkulu segera dicopot atau mundur dari jabatannya. ” Tegasnya. (12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *