Batam, Darah Juang Online — Peristiwa dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami saudara Jimson Silalahi, yang kejadian di kawasan Rully Baloi Kolam Sei Panas, belum ada titik terang walaupun telah melapor ke Polsek Batam Kota.
Bahkan sampai saat ini dua orang pelaku yang diduga terlibat langsung pengeroyokan korban Jimson Silalahi, yang diduga inisial (BM) dan (RM) belum juga ditangkap oleh pihak Kepolisian Batam Kota.
Berdasarkan bukti Laporan dari Polsek Batam Kota dengan nomor laporan LPB /607/ X / 2002 / SPKT / Polsek Batam Kota, Pasal 170 dugaan tindak pidana pengeroyokan yang diketahui terjadi Pada Hari Minggu, Tanggal 11 September 2022, sekira Pukul ; 19.00 Wib di Ruli Baloi kolam, Kecamatan Batam kota.
Dan Bukti visum Nomor kwitansi : Kep 2022 – 003454 Tanggal ; 19 September 2022.
Pihak pelapor juga telah melaporkan kejadian ini ke Dumas Polda Kepri melalui online dengan website URL https://dumaspresisi.polri.go.id/login pada tanggal 02 Desember 2022 – 10:40:55.
Atas desakan Dumas Polda Kepri, pihak Polsek Batam Kota pun menggelar Prarekonstruksi, namun terduga kasus pengeroyokan (BM) dan (RM) tidak hadir di lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) tersebut.
Kronologis kejadian “Pagi saya ada acara STM (Serikat Tolong Menolong), duduk saya, dia (terlapor) pergi, baru datang anak saya minta jajan ke warung boru Panjaitan, tiba-tiba si pelaku ini langsung datang lihat saya dengan sinis, saya tegur, dia malah marah dan langsung menendang saya, sayapun langsung terjatuh habis itu dipukulnya, lalu datang lagi abangnya memukul saya dan enggak tahu lagi siapa yang memukul karena keadaan kita, cemana kita dipukulin orangkan cuman bisa nangkis-nangkis dan mengelak saja, tangan dan jari kelingking saya inilah buktinya sampai sekarang masih bengkok dan terasa sakit serta nyeri, baru pipi ini, telinga, serta dada saya dipukulin orang itu, itulah bodoh saya, tubuh atau badan saya tidak ada saya ronsen, “ ucap Jimson dalam paparannya kepada Awak Media. Selasa (14/2/23)
“Setelah kejadian itu saya buat laporan ke Polsek Batam Kota, namun sampai sekarang belum ada titik terang, padahal sudah digelar prarekontruksi karena saya sudah melaporkan kasus ini ke Dumas (Pengaduan Masyarakat) Polda Kepri dan tinggal di konfrontir saja, “ tambah Jimson.
Saya melapor sesuai dengan apa yang saya alami, diterima sampai larut malam, padahal undangan jam 2 siang, kami sudah hadir di Polsek Batam Kota sama saksi saya tetapi satu jam kami tunggu tidak juga digelar sementara saksi saya hanya 1 jam dikasi waktu sama perusahaannya, takutnya nanti dia dipecat, jadi kami pulang.
“Kami diterimanya dari SPK sampai ke ruangan penyidik, jadi saya curiga ini pelaku/terlapor pelakunya sama penyidiknya kan satu marga, jadi penyelidikannya tidak fair, mungkin ada unsur nepotisme,“ kesal Jimson Silalahi.
“Harapan saya, agar kasus pengeroyokan saya ini dipercepatlah kan tingggal di konfrontir saja, ibaratnya kita menunggu keadilan, kendalanya apalagi sih…???””””
Saksi kan sudah ada, tinggal di konfrontir saja, “ terang Jimson lagi.
Saya hanya minta keadilan hukum, agar kedepannya tidak terulang lkembali, tegasnya.
“Kemarin saya dibilang pak Dumas Polda Kepri, tunggu aja respon penyidiknya. Masa saya di suruh melapor ke bagian kamtibmas, saya tidak maulah, sayakan mau cari keadilan, saya dianiaya orang, anak saya sampai trauma, “ lanjut Jimson.
Kalau dipanggil saya kooperatif dan hadir terus kok, yang tidak kooperatif yang terlapor. Saya dua kali dipanggil, yang pertama SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) tapi sudah lebih satu bulan.
Yang kedua surat inilah konfrontir. “Mereka memukuli saya tidak menggunakan alat tapi membawa broti, menyediakan broti, berarti ada unsur penganiayaan berencana, kayaknya ada unsurlah pak/bu, karena broti ada disitu, mungkin si pelaku Baris Manullang (BM), dan abangnya yang bernama Ramon Manullang (RM) yang memegang atau membawa, kalau enggak salah, “ tutur Jimson Silalahi.
Hingga berita ini diturunkan Kapolsek Batam Kota sebagai pihak yang berwajib, ketika dikonfirmasi oleh beberapa tim awak media terkait peristiwa pengeroyokan Jimson Silalahi belum ada merespon. (00)


















