Alaku
Alaku
Alaku Alaku

LPBINU Bengkulu Tengah Mengajak Pemuda Aksi Nyata Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Bengkulu, Darah Juang Online — Aksi Muda Jaga Iklim (AMJI) Kota Bengkulu mengajak seluruh elemen pemuda mengampanyekan pelestarian lingkungan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2023.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu 28 Oktober 2023 bertempat di Kelurahan Sumber Jaya Kec. Kampung Melayu ini menghadirkan unsur pemerintah kelurahan, lembaga peduli lingkungan dan masyarakat.

Alaku

Di Bengkulu AMJI tahun ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya digelar pada 2022 ujar Anggita Koordinator Program SDGs Center UNIB.

Aksi serentak AMJI digelar pagi hingga sore hari, diantaranya berdoa bersama, mengucapkan sumpah pemuda Jaga Iklim, aksi bersih sampah pantai dan lingkungan, diskusi ekonomi biru, sosialisasi SDGs, edukasi sampah plastik, pengolahan sampah dan penanaman mangrove.

Aksi Muda Jaga Iklim lahir dari keresahan mengetahui bahwa bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Oleh sebab itu Aksi Muda Jaga Iklim merupakan wujud aksi nyata muda-mudi Bangsa Indonesia dalam menanggulangi dampak krisis iklim serta bentuk komitmen pemuda dalam mendukung pemerintah untuk menurunkan laju perubahan iklim dan menargetkan Net Zero Emission di tahun 2050.

Upaya itu dilakukan dengan menjaga keseimbangan emisi sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, atau yang dikenal dengan FOLU Net Sink.

Anggita mengungkapkan Aksi Muda Jaga Iklim telah dilakukan pada 421 titik di seluruh Indonesia sejak 2021 dan telah melibatkan 29.632 anak muda untuk terlibat bersama melakukan aksi tersebut.

Lebih lanjut kata Ketua PW LPBINU Bengkulu Slamet Imam Wahyudin yang kebetulan sebagai konsultan ZCD Pendamping Kota SDGs mengatakan “seperti diprediksi Indonesia akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Pada tahun 2045 juga, sebanyak 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia berada dalam usia produktif (15-64 tahun).” Katanya. Senin (30/10/23)

Alih-alih menjadi bonus demografi, hal ini justru berpotensi menjadi bencana demografi tanpa pemberdayaan sumber daya manusia serta alam yang baik.

“Tahun 2050 disebut-sebut sebagai tahun darurat iklim. Kelompok usia produktif mendominasi, sementara krisis iklim pun merajalela. Oleh karena itu kami meminjam semangat sumpah pemuda ini untuk mengajak teman-teman mengambil peran dalam menjaga bumi kita dari krisis iklim sejak dini dan ini adalah bentuk aksi bersama dalam melaksanakan tujuan ke 13 SDGs.” Tutupnya. (Rls/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *