TEROR PT ABS SEMAKIN MENJADI, ABAIKAN KESEPAKATAN GUBERNUR DENGAN PETANI BENGKULU
Bengkulu, Darahjuang.online — Teror yang diduga dilakukan PT Agro Bengkulu Selatan ( PT ABS ) terhadap petani Pino Raya semakin menjadi – jadi. Terbaru pada sabtu (27/09), kembali terjadi tindakan teror berupa pengrusakan pondok dan tanaman pertanian yang dibabat habis oleh oknum tak bertanggung jawab sehingga menimbulkan kerugian bagi keluarga petani. Selain itu teror yang merupakan bentuk intimidasi ini juga telah mengabaikan kesepakatan bersama antara Gubernur Bengkulu dengan peserta aksi Hari Tani pada Rabu (24/09 ) lalu.
Direktur WALHI Bengkulu, Dodi Faisal mengecam keras teror yang diduga dilakukan PT ABS yang jelas – jelas mengabaikan kesepakatan yang dilakukan sebelumnya.
“ Kami mengecam keras aksi teror yang diduga dilakukan PT ABS ini, tindakan ini jelas mengabaikan kesepakatan bersama Gubernur Bengkulu yang menyebutkan tidak ada perpecahan konflik , intimidasi, dan pengancaman dari pihak manapun sebelum ada kesimpulan yang disepakati oleh Tim. Selain itu kami juga mendesak pihak Polda dan Kejati Bengkulu untuk mengusut tuntas aksi teror yang meresahkan petani, apalagi kedua lembaga penegak hukum turut bertanda tangan dalam Berita Acara kesepakatan tersebut “, tegas Dodi, sebagaimana termuat dalam rilis yang diterima Awak Media DJO. Minggu (28/9/25) via pesan singkat WhatsApp.
Dodi menambahkan tindakan intimidasi yang diduga dilakukan PT ABS telah berulang kali terjadi berpotensi menimbulkan konflik horizontal antara Petani Pino Raya dengan Perusahaan.
“ Tindakan intimidasi terhadap Petani Pino Raya ini sudah sangat keterlaluan dan terjadi berulang kali. Sebelumnya pada Jumat (5/09) lalu pondok petani telah dibakar, kemudian dilanjutkan aksi pengancaman pada Kamis (18/09), dimana Security PT ABS mengancam petani dengan senjata tajam terhadap petani yang sedang berada dilahan yang dikelola. Kami melihat ada potensi konflik horizontal apabila penegak hukum tidak segera bertindak dan Gubernur Bengkulu tidak segera bersikap “, tambah Dodi.
Berdasarkan informasi dilapangan selain pondok kebun yang dirobohkan, sejumlah tanaman pertanian juga dirusak yang menimbulkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Tanaman pertanian yang dirusak tersebut merupakan milik Suhardi berupa sawit 30 batang dan kopi 400 batang, Mawan berupa sawit 40 batang umur 2 tahun, Pisang 100 batang, dan Pinang 35 batang. Kemudian Yupi berupa pisang 300 batang,kepayang 10 batang dan sawit 30 batang, Suharming berupa pisang 40 batang dan sawit 2 batang. Selanjutnya Gun sari berupa pisang 200 batang, sawit 50 batang dan kelapa 2 batang, serta Bambang berupa pisang 40 batang. (01)

















