Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Polres Banjarbaru Gelar Rapat Koordinasi Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Banjarbaru, Darahjuang.online – Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan, Polres Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aula Utama Polres Banjarbaru, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh sejumlah instansi terkait di wilayah Kota Banjarbaru.

Dalam arahannya, Kapolres Banjarbaru menyampaikan bahwa selama tahun 2024, wilayah Kota Banjarbaru mengalami sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi, meliputi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang berdampak pada masyarakat di beberapa kecamatan.

“Sepanjang tahun 2024, terdapat 5 kejadian banjir yang tersebar di Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin, dan Liang Anggang dengan total 78 kepala keluarga atau 236 jiwa terdampak. Sebanyak 52 rumah dan 1 sekolah mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal,” jelas Kapolres.

“Selain banjir, tanah longsor juga terjadi sebanyak dua kali di Kecamatan Cempaka. Peristiwa tersebut menyebabkan 2 rumah rusak, 8 jiwa terdampak, dan 1 korban meninggal dunia akibat longsoran di area pendulangan intan.
“Longsor terjadi karena kondisi tanah yang labil serta siring jembatan yang roboh,” tambahnya.

Sementara itu, untuk cuaca ekstrem berupa angin kencang, Kapolres mencatat terdapat 4 kejadian di wilayah Banjarbaru Selatan, Cempaka, Landasan Ulin, dan Liang Anggang. Akibatnya, 4 rumah mengalami kerusakan ringan dan 24 jiwa terdampak.

Kapolres Banjarbaru menegaskan bahwa bencana banjir menjadi peristiwa paling sering terjadi di Kota Banjarbaru selama tahun 2024, diikuti cuaca ekstrem dan tanah longsor.

“Penyebab utamanya masih didominasi oleh curah hujan tinggi, sistem drainase yang kurang baik, serta kondisi geografis yang rawan longsor,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, BPBD, serta instansi pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Langkah mitigasi harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Polres Banjarbaru siap bersinergi mendukung pemerintah dalam upaya tanggap darurat dan penanggulangan bencana,” ujar Pius.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir dan tanah longsor.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melapor dan berkoordinasi jika terjadi situasi darurat. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk meminimalisir korban maupun kerugian,” tegasnya.

Polres Banjarbaru berharap respons terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Kota Banjarbaru dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *