Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Banjir Ungkap Luka Lama, Gubernur dan Kapolda Kalsel Turun Tangan Bantu Dua Anak Korban Laka

Banjar, Darahjuang.online – Musibah banjir yang melanda Desa Pengalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, membuka kembali kisah lama yang penuh duka. Di tengah genangan air dan bantuan kemanusiaan, terselip cerita dua anak bersaudara yang harus menjalani hidup tanpa orang tua sejak usia dini. Zailani (6) dan kakaknya Adel (11) merupakan anak yatim piatu yang kehilangan ayah dan ibu mereka dalam kecelakaan tragis empat tahun lalu di Kilometer 8 Anjir, Kabupaten Kapuas.

Saat itu, kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan sebuah truk, menyebabkan kedua orang tua meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Zailani dan Adel selamat dengan luka berat.

Kini, Zailani masih menyimpan bekas cedera di bagian kaki, meski aktivitasnya tampak seperti anak-anak seusianya. Berbeda dengan Adel, trauma fisik dan psikis masih membekas.

Tangan kanannya belum dapat difungsikan dengan baik, sehingga ia terbiasa menulis menggunakan tangan kiri saat bersekolah.
Sejak kepergian kedua orang tuanya, Zailani dan Adel dirawat oleh sang nenek, Misrawati. Selama empat tahun terakhir, ia berjuang merawat kedua cucunya dengan segala keterbatasan.

“Sejak kecelakaan itu, saya yang mengasuh mereka,” tutur Misrawati lirih, Sabtu (17/01/2026).

Kondisi kedua anak tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, saat meninjau lokasi pembagian bantuan banjir di Kecamatan Martapura Barat. Usai kegiatan, keduanya menyempatkan diri mengunjungi Adel dan Zailani dan neneknya untuk melihat kondisi mereka secara langsung yang berada di tempat pengungsian korban banjir.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Muhidin berdialog dengan Adel mengenai impiannya di masa depan. Adel mengaku bercita-cita menjadi seorang guru. Mendengar hal itu, Muhidin menyampaikan komitmennya untuk membantu pendidikan dan masa depan Adel.

“Cita-citanya mulia. Tadi saat saya tanya bersama pak Kapolda Adel ingin menjadi seorang guru, dan Insyaallah, selama kami ada, akan kami bantu untuk mencapai cita citanya,” terang Muhidin.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Polda Kalsel juga menyatakan kesiapan memberikan pendampingan kesehatan bagi kedua anak tersebut. Keduanya direncanakan menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel untuk memastikan kondisi fisik pascakecelakaan.

“Jika diperlukan penanganan lanjutan, bahkan rujukan ke luar daerah, kami siap memfasilitasi,” tambah Muhidin.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memastikan jajarannya akan memberikan perhatian khusus, termasuk pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis.

“Kami akan menugaskan Bid Dokkes dan fungsi terkait untuk melakukan pemeriksaan serta memberikan pendampingan untuk trauma healing, untuk lebih lanjut memeriksa kondisi kedua Kaka beradik ini,” ujarnya.

Kisah Zailani dan Adel menjadi potret lain dari dampak bencana yang bukan hanya menyisakan kerugian materi, tetapi juga membuka kembali luka lama yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian bersama.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *