Martapura, Darahjuang.online – Proyek rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) di Martapura kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang langsung dari masyarakat yang menilai kualitas taman tidak sebanding dengan anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar tersebut menghabiskan dana Rp8.099.100.000 dari APBD Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengelolaan dan rehabilitasi taman Kabupaten, dengan sub kegiatan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pekerjaan Rehabilitasi RTH Cahaya Bumi Selamat.
Namun, alih-alih mendapat apresiasi, kondisi taman justru memicu kekecewaan warga. Sejumlah pengunjung menilai kualitas taman CBS terkesan amburadul, meski baru beberapa hari dibuka untuk umum.
“Ini katanya taman ramah anak, tapi kabel-kabel listrik dibiarkan terbuka. Kalau anak-anak main di sini, siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa, Senin 03/02/2026.
Lampu hias dan sebagian lampu penerangan juga menjadi keluhan utama. Warga menyebutkan, baru beberapa hari dibuka, sudah banyak lampu taman yang mati, sehingga menjadi pertanyaan kualitas dan pengerjaannya yang terlihat kurang elok ketika malam hari dan mengurangi kenyamanan pengunjung.
“Kualitas taman delapan miliar kok seperti ini. Baru dibuka saja sudah banyak lampu mati, becek di beberapa titik, dan terlihat belum rapi,” keluh pengunjung lainnya.
Tidak hanya itu, terlihat juga genangan air di beberapa tempat, sehingga warga menyebutnya area wisata pehumaan (persawahan).
Diketahui, proyek ini dilaksanakan oleh CV. Gajah Mada dengan PT. Geotenviro Tekniindo Nusantara sebagai konsultan pengawas. Waktu pelaksanaan tercatat selama 120 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan mutu pekerjaan. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banjar tidak menutup mata terhadap temuan di lapangan dan segera melakukan pembenahan menyeluruh, terutama menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Sorotan warga terhadap Taman CBS Martapura menjadi pengingat bahwa ruang terbuka hijau bukan sekadar proyek fisik, melainkan fasilitas publik yang harus benar-benar aman, layak, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat terutama anak-anak.(14).
Taman CBS Martapura Disorot Warga, Proyek Rp 8.09 Miliar Dinilai Amburadul

















