Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Pantang Menyerah, Dosen Politala Sukses Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Sentra Sorgum Produktif

Tanah Laut, Darahjuang.online – Ketekunan dan semangat pantang menyerah membawa Anton Kuswoyo, dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Laut, meraih prestasi membanggakan. Penelitiannya tentang budidaya sorgum di lahan pasca tambang batubara sukses mengantarkannya meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat provinsi.


Anton menjelaskan, penelitian tanaman sorgum mulai ia rintis sejak 2022. Awalnya percobaan dilakukan di kebun pribadi sebelum kemudian dikembangkan ke lahan bekas tambang batubara yang dikenal tandus dan minim unsur hara.

Menurutnya, lahan pasca tambang sebenarnya masih memiliki potensi jika dikelola dengan metode yang tepat. Melalui pengolahan tanah, penambahan pembenah tanah, serta perawatan intensif, sorgum terbukti mampu tumbuh optimal.

“Awalnya penelitian ini penuh tantangan, bahkan saya sempat gagal dua kali menanam sorgum di lahan bekas tambang. Tapi saya yakin dengan pengolahan tanah yang tepat, lahan tersebut tetap bisa produktif,” ujarnya, Sabtu 07/02/2026.

Ia mengungkapkan perjalanan penelitian tersebut tidak selalu mulus. Pada tahap awal, percobaan penanaman di lahan tambang sempat gagal hingga dua kali karena kondisi tanah ekstrem dan kurangnya pasokan air.

Alaku

Namun kegagalan itu justru menjadi bahan evaluasi. Anton kemudian memperbaiki teknik budidaya, mulai dari pengolahan tanah hingga sistem penyiraman, terutama saat musim kemarau panjang.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Produksi biomassa sorgum yang meliputi batang, daun, dan biji bisa mencapai sekitar 50 ton per hektare, sedangkan produksi biji berkisar 4–5 ton per hektare.

Selain produktivitasnya tinggi, sorgum juga memiliki banyak manfaat. Bijinya dapat diolah menjadi beras alternatif dengan kandungan gula lebih rendah dibanding beras padi, sehingga cocok bagi penderita diabetes.

“Sorgum punya banyak keunggulan, mulai dari rendah gula sehingga cocok bagi penderita diabetes, bebas gluten, hingga kandungan protein dan seratnya cukup tinggi untuk pangan sehat, jadi baik di konsumsi bagi penderita diabetes dan yang sedang menjalani diet,” jelasnya.

Tak hanya itu, sorgum juga mengandung kalsium, zat besi, dan fosfor yang cukup tinggi. Sementara batang serta daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.
Anton menjelaskan, sorgum ada beberapa varietas, antara lain Samurai 1, Samurai 2, Bioguma 2, serta varietas Pahat.

Masing-masing varietas memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, baik untuk kebutuhan pangan maupun pakan ternak.

Melalui LDII Tanah Laut, ia juga menginisiasi gerakan konsumsi sorgum sebagai pangan alternatif sehat. Sekitar satu hektare lahan telah ditanami dan hasilnya diolah menjadi beras sorgum, tepung, hingga berbagai produk makanan olahan.

“Harapan saya, lahan bekas tambang di Kalimantan Selatan bisa dimanfaatkan lebih produktif melalui budidaya sorgum, sehingga tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *