Febrinanda, Terus Melakukan Penolakan Keras Terhadap Eksploitasi Tambang Emas di Seluma
SELUMA, Darahjuang.online – Putra daerah yang juga Anggota DPRD Kabupaten Seluma, Febrinanda Putra Pratama, S.H, secara resmi terus menyatakan sikap menolak keras rencana eksploitasi tambang emas di wilayah Kabupaten Seluma.
Penolakan ini didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap dampak kerusakan lingkungan jangka panjang dan ancaman terhadap kedaulatan ruang hidup masyarakat lokal.
Meskipun kajian akademis menyebutkan potensi emas Seluma mencapai jutaan ounce, Febrinanda menilai bahwa kesejahteraan rakyat tidak bisa diukur hanya dari angka investasi atau bagi hasil yang belum tentu dinikmati langsung oleh warga kecil.
“Kita tidak boleh silau dengan potensi emas jika harganya adalah kehancuran ekologi dan tercerabutnya akar budaya masyarakat kita. Tugas pemerintah dan DPRD adalah melindungi tanah air, bukan menyerahkannya begitu saja kepada korporasi,” tegas Febrinanda dalam pernyataannya, Minggu (8/2).
Lanjutnya, politisi PDI P ini mengingatkan pesan dari Proklamator RI, Bung Karno, yang selalu mengingatkan agar kekayaan alam Indonesia dikelola secara mandiri untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan asing.
“Pesan Bung Karno, Kekayaan alam Indonesia ini harus dikelola oleh bangsa sendiri, untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Jangan sampai kita menjadi bangsa kuli di antara bangsa-bangsa lain.” Sampai Nanda.
Febrinanda juga menggemakan instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, yang selalu menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam demi anak cucu.
“Ibu Megawati selalu berpesan, politisi harus memiliki keberpihakan pada kelestarian lingkungan atau ‘politik hijau’. Kita harus menjaga bumi, air, dan kekayaan alam agar tidak rusak. Jangan sampai anak cucu kita hanya mewarisi kerusakan tanpa pernah melihat keindahan alamnya sendiri,” tambah Febrinanda.
Sebagai wakil rakyat, Febrinanda mendesak Pemerintah Kabupaten Seluma dan Pemerintah Pusat untuk mengkaji ulang perizinan dan lebih memprioritaskan pembangunan sektor pertanian serta perkebunan yang selama ini menjadi nadi ekonomi rakyat tanpa merusak ekosistem.
“Saya berdiri bersama rakyat Seluma. Kita tidak butuh emas jika itu berarti air kita tercemar dan hutan kita gundul. Kedaulatan ekonomi harus berbasis pada keadilan ekologis,” tutupnya. (01)


















