SURABAYA, Darahjuang.online – Pendidikan dan Penataran Ideologi Pancasila perlu dihidupkan kembali untuk menyelamatkan jati diri Bangsa, penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi kunci dalam menjaga jati diri Bangsa di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan pengaruh budaya asing. Karena itu, masyarakat diharapkan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Senin, 1 Juni 2026.
Pesan tersebut disampaikan oleh Pakde Henggar atas keprihatinan kondisi Bangsa saat ini dimana generasi Bangsa gen Z sepertinya sudah lupa bahkan ada yang tidak tau apa itu Pancasila, karena nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri begitu sangat mendalam para leluhur Bangsa Indonesia sudah sangat perhatian dan memikirkan untuk generasi muda kedepan perlu adanya jati diri Bangsa Indonesia agar tidak mudah terpengaruh budaya dari luar.
“Pancasila merupakan sumber dari segala sumber dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib mempedomani serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Pakde Henggar.
“Saat ini banyak generasi muda Indonesia yang sudah mulai melupakan nilai-nilai luhur Pancasila. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya degradasi moral di kalangan generasi muda. Padahal, lanjutnya, Pancasila merupakan warisan berharga para pendiri bangsa yang harus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, ia mengingatkan agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak tergeser oleh budaya asing yang masuk melalui pesatnya perkembangan teknologi,” ujarnya.
“Jangan pernah nilai-nilai luhur Pancasila tergeser oleh budaya-budaya asing yang masuk lewat gempuran teknologi,” tegasnya.
Pakde Henggar menjelaskan, Pancasila mengatur seluruh sendi kehidupan warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan masyarakat untuk mengakui keesaan Tuhan, menjunjung tinggi kemanusiaan yang beradab, mengutamakan persatuan, memperkuat semangat kerakyatan, serta mengedepankan keadilan sosial.
“Pancasila merupakan sumber nilai, moral, dan etika publik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman nilai, moral, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pakde Henggar mengutip pesan Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, yang menyebutkan bahwa Pancasila merupakan kepribadian bangsa Indonesia.
“Jangan sampai nilai-nilai Pancasila tergerus oleh zaman. Sebab, hilangnya nilai-nilai Pancasila akan membuat kita kehilangan kepribadian bangsa. Anak-anak kita mulai banyak melupakan nilai-nilai Pancasila di tengah gempuran teknologi. Padahal, Pancasila adalah jati diri kita sebagai bangsa. Ke depan, kita bersama-sama harus menjaga dan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi penerus,” pungkasnya. (09)


















