Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Satgas Karhutla dan Pengawasan BBM Dibentuk, Gubernur Muhidin Perkuat Antisipasi Kemarau Di Kalsel

Banjarbaru, Darahjuang.online – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memimpin Rapat Koordinasi Pembentukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) serta Pengawasan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aula Mako Polda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026). Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, Pertamina, BMKG, BPBD, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam arahannya, Gubernur Kalimantan selatan H. Muhidin menyampaikan bahwa rapat membahas dua agenda strategis, yakni pembaruan struktur Satgas Karhutla dan pengawasan distribusi BBM di Kalimantan Selatan. Menurutnya, kedua persoalan tersebut memerlukan perhatian serius menjelang musim kemarau dan untuk menjaga kelancaran pelayanan masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan dua agenda kegiatan, yaitu Rapat Koordinasi Pembentukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) dan Pengawasan Pendistribusian BBM di wilayah Polda Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, struktur Satgas Karhutla yang ada saat ini perlu diperbarui agar lebih efektif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan informasi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sehingga seluruh personel diminta melakukan pendataan ulang dan memastikan kesiapan sarana serta prasarana di lapangan.

Muhidin juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena sangat membahayakan dan juga berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Saat ini cuaca cukup panas. Saya minta masyarakat jangan membakar sembarangan. Kalau selesai membersihkan lahan, sampahnya lebih baik dikubur saja dan jangan dibakar karena sangat berpotensi menimbulkan titik api yang bisa menyebar ke tempat lain,” tegasnya.

Tidak.hanya itu, terkait distribusi BBM, Gubernur memastikan pasokan di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Alhamdulillah wilayah Kalimantan Selatan lancar karena dari Pertamina tidak ada kekurangan pasokan. Saya minta SPBU di wilayah perkotaan mengatur pelayanan agar tidak menimbulkan antrean panjang yang dapat menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyebut rapat tersebut menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi Karhutla dan mengatasi persoalan distribusi BBM. Menurutnya, Polda Kalsel telah melakukan berbagai tindakan penegakan hukum, termasuk memberantas praktik premanisme di sekitar SPBU dan menindak dugaan penimbunan BBM.

“Polda Kalsel telah melakukan berbagai langkah penegakan hukum, termasuk menangkap hampir 100 pelaku premanisme yang beroperasi di sekitar SPBU serta menindak berbagai dugaan penimbunan BBM yang ditemukan berdasarkan laporan masyarakat maupun informasi yang viral di media sosial,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, juga disepakati pembentukan satgas gabungan Pemprov Kalsel, Polda Kalsel, dan Pertamina untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM, sementara BPBD Kalsel melaporkan terdapat 1.137 titik panas dan 25 kejadian Karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 41,39 hektare.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *