Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

DMI Banjarbaru Gelar Silaturahmi, Bahas Pengelolaan Masjid Hingga Persoalan Imam

oplus_0

Banjarbaru, Darahjuang.online — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjarbaru menggelar pertemuan silaturahmi bersama sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masjid, khususnya terkait imam dan pengelolaan dana masjid.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DMI Kota Banjarbaru, Selasa (18/8/2026), dan dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Ketua DMI Kota Banjarbaru, Gusti Noor Atauddin Satya Dharma mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masjid.

“Ini kegiatan silaturahmi untuk membicarakan beberapa problem yang terjadi di masjid-masjid, terutama masalah imam, kemudian infak, sedekah dan zakat fitrah. Kita ingin menyatukan arah,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan dana masjid ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Dana yang dikelola juga dapat diarahkan untuk menunjang berbagai kegiatan dan program kemakmuran masjid.

“Jadi tidak ada lagi nantinya sumbangan masjid semata-mata untuk pembangunan saja. Kemungkinan ke depan bisa untuk pembangunan masjid itu sendiri, kegiatan masjid dan sosialisasi masjid,” jelasnya.

Gusti Noor menambahkan, pertemuan tersebut masih sebatas tahap awal untuk memetakan persoalan. DMI Banjarbaru berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pengurus dan yayasan masjid serta organisasi keagamaan.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Banjarbaru, Guru Mukhlis Kaspul Anwar, menyambut baik langkah DMI dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengelolaan masjid.

Ia mengatakan, salah satu usulan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah memperkuat silaturahmi dengan yayasan maupun pengurus masjid sebelum menentukan langkah penyelesaian terhadap persoalan yang ada.

“Kita bersilaturahmi dulu dengan seluruh yayasan dan pengurus masjid. Kita petakan problem apa yang mereka hadapi, kemudian solusi apa yang mereka tawarkan. Kita yang nantinya menjembatani,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya tersebut pada akhirnya bertujuan untuk semakin memaksimalkan fungsi masjid di tengah masyarakat. Selain persoalan imam dan pengelolaan dana, ke depan pembahasan juga dapat diarahkan pada pengembangan kegiatan pendidikan, seperti TPA, hingga kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi respons DMI Banjarbaru yang dinilai memiliki komitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui agenda silaturahmi dan pembahasan berikutnya.

“Kami senang bisa ikut hadir dalam acara ini. Beliau sangat bersemangat merespons masukan-masukan dari peserta rapat semuanya,” katanya.

Beliau berharap sinergi antara DMI, MUI, organisasi keagamaan, yayasan dan pengurus masjid dapat terus diperkuat sehingga keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Insya Allah mudah-mudahan beliau sehat dan terus semangat membimbing umat. Tidak ada yang lebih baik kecuali orang yang hatinya tergantung dengan masjid. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang begitu,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *