Banjarbaru, Darahjuang.online – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Salat Istisqa di Lapangan Dr. Murdjani, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Senin (24/8/2026) pagi. Salat sunah tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah Kalimantan Selatan.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 07.47 hingga 08.10 WITA dan diikuti jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru, unsur Forkopimda, camat dan lurah se-Kota Banjarbaru, serta ASN dan non-ASN muslim di lingkungan Pemkot Banjarbaru.
Salat Istisqa dipimpin Ketua Umum MUI Kota Banjarbaru KH. Mukhlis Kaspul Anwar, Lc., MM yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Hadir di antaranya Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni, Ketua DPRD Kota Banjarbaru H. Muhammad Syahrial, serta jajaran TNI, Polri dan kejaksaan.
Kapolres Banjarbaru dalam kegiatan tersebut diwakili Kapolsek Banjarbaru Utara Kompol Edi Yulianto, SH., MM. Sementara Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono juga turut hadir bersama unsur terkait lainnya.
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi kondisi kemarau serta dampak yang ditimbulkannya.
“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar AKP Yuwono.
Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta munculnya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami dari kepolisian tentunya terus mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap waspada terhadap potensi karhutla. Selain ikhtiar melalui doa, pencegahan di lapangan juga harus terus dilakukan,” katanya.
Dalam khutbahnya, KH. Mukhlis Kaspul Anwar mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak istighfar, memohon ampun atas dosa dan kesalahan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Ia juga mengingatkan bahwa kemarau panjang yang menyebabkan tanah mengering, sumber air menyusut, tanaman layu hingga munculnya kebakaran hutan dan lahan harus menjadi momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
“Mohon ampunlah kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit,” pesan KH. Mukhlis dalam khutbahnya.
Jamaah kemudian diajak memperbanyak istighfar, menunaikan kewajiban zakat, memperbanyak sedekah, menghentikan berbagai bentuk kemaksiatan dan kezaliman, serta menjaga lingkungan dari kerusakan.
Melalui Salat Istisqa tersebut, seluruh jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, membawa keberkahan dan manfaat, sekaligus mengakhiri kondisi kekeringan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
AKP Yuwono menambahkan, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan turunnya hujan, tetapi tetap meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap lingkungan.
“Semoga doa dan ikhtiar yang kita lakukan bersama ini mendapat ridho Allah SWT, hujan segera turun, dan kondisi kemarau serta kabut asap yang terjadi dapat segera berakhir,” pungkasnya.(14).


















