Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Ulama dan BNN Bersatu Perangi Narkoba, Habib Umar: Jangan Sampai Umat Terjerumus

oplus_0

Banjarbaru, Darahjuang.online – Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dinilai membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum dan para ulama. Hal tersebut disampaikan ketua Dewan Syuro Ikhwanul Mubalighi Habib Umar Aseggaf saat melakukan kunjungan ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru, Kamis (1/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Habib Umar yang juga Ketua Dewan Syura Ikhwanul Muballighin Nasional menyampaikan apresiasinya terhadap tugas BNN dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkotika.

Alaku

Menurutnya, ulama dan BNN memiliki misi yang sejalan, yakni mencegah masyarakat terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang dan merugikan diri sendiri, keluarga maupun bangsa.

“Tujuannya tidak lain apresiasi saya sebagai mubalig. Fungsi atau pengemban agama dalam hal ini mubalig, kiai atau ustaz, melaksanakan misi dari Allah SWT untuk mengantisipasi semua hal yang dilarang oleh Allah,” jelasnya.

Ia menilai, peran ulama dalam pemberantasan narkoba lebih banyak dilakukan melalui pendekatan dakwah, edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Sementara tindakan penegakan hukum menjadi kewenangan aparat, termasuk BNN.

“Sebagai mubalig, sebagai ustaz, fungsi saya dengan lisan. Mengajak, menghimbau jangan sampai umat Nabi Muhammad, warga Indonesia secara menyeluruh, terlibat pada hal yang dilarang yang merugikan bangsa, dirinya, keluarga dan tanah air,” katanya.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan aparat. Menurutnya, para mubalig memiliki keterbatasan dalam memahami berbagai jenis narkotika, sehingga perlu mendapatkan pengetahuan dari institusi yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

“Di sinilah perlunya para ulama, para kiai harus merapat dengan aparat terkait yang lebih paham dan mengerti. Kita mungkin tidak tahu jenis-jenis narkoba tertentu karena tidak belajar. Kita hanya sifatnya global, semua yang memabukkan itu dilarang,” tuturnya.

Ia berharap sinergi tersebut mampu menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba di berbagai daerah. Menurutnya, meski kejahatan tidak sepenuhnya dapat dihilangkan, upaya bersama setidaknya dapat mengurangi dampaknya secara signifikan.

Sementara itu, Kepala BNNK Banjarbaru AKBP Arif Wahyu Bibitharta menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Habib Umar merupakan bentuk dukungan ulama terhadap pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Intinya, dari ulama, Habib Umar Aseggaf, kami mengucapkan terima kasih. BNN Kota Banjarbaru mendapat berkah, dan dari kunjungan ini merupakan komitmen dukungan daripada ulama kepada BNN Kota Banjarbaru,” tuturnya.

Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara menjadi penting dalam memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba. Terlebih, wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar memiliki karakter masyarakat yang kuat dalam menjadikan ulama sebagai rujukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ulama dan umara ini harus bersinergi dalam pelaksanaan P4GN. Apalagi daerah Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, di mana Martapura itu merupakan Serambi Mekkah,” katanya.

Ia berharap para ulama dapat terus berperan memberikan informasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para jamaah dan masyarakat luas.

Dirinya meyakini kolaborasi antara BNN dan ulama dapat memperkuat upaya pencegahan, khususnya dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga Kalimantan Selatan.

“Para jemaah, para umat itu sangat patuh kepada ulama. Berarti dengan adanya sinergi ini, kita berkolaborasi, insyaAllah baik itu peredaran dan penggunaan narkoba yang ada di Kota Martapura, Kota Banjarbaru, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan, harapannya itu tidak ada lagi,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *