Air bersih jadi solusi warga terdampak Karhutla di Kabupaten Ketapang
Nasional, Darahjuang.online — Lembaga Sosial kemasyarakatan kembali ikut mengetuk kepedulian kepada warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Kathutla) di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat dengan berbagi air bersih.
Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan Cinta Quran, Baitulmaal Saudara Seiman (BSS) dan komunitas literasi Sahabat Cita Khatulistiwa kepada warga Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, pada Minggu (20/09).
Mak Nok, salah seorang warga Desa Sungai Pelang, mengatakan bersyukur sekali mendapatkan bantuan air bersih ini dan senang sekali. Air bersih ini sangat dibutuhkan warga untuk konsumsi air minum, ucapnya.
Secara terpisah, Ustad Condro dari Baitulmmaal Saudara Seiman (BSS) Kalimantan Barat, menerangkan bahwa ini meruapakan gerakan sosial masyarakat yang peduli kepada warga terdampak Karhutla. Kedatangan kami menyapa warga dalam rangka berbagi air bersih, menyampaikan amanah dari para donatur, terangnya.
Pihaknya juga, telah membantu relawan dalam pemadaman kebakaran di beberapa titik salah satunya di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara, jelasnya.
“Selain membantu pemadaman, dengan berbagai lembaga berkolaborasi mendirikan posko medis untuk para relawan untuk memastikan kesehatan relawan di lapangan”, cetusnya.
Sementara itu, Neng Marlina Efendi Ketua Sahabat Cita Khatulistiwa menyatakan keselamatan warga sangat penting di tengah situasi Karhutla, kabut asap, krisis air bersih dan musim kemarau yang berkepanjangan, membawa dampak baru terhadap kehidupan masyarakat.
“Akibat dari Karhutla dan sekarang kualitas udara semakin berbahaya pada keselamatan warga, juga diperparah dengan musim kemarau berkepanjangan membuat akses mendapatkan air bersih semakin sulit”, jelasnya.
Sahabat Cita Khatulistiwa juga melakukan edukasi kepada warga tentang perilaku di tengah Karhutla, dengan taat memakai masker sebagai pelindung diri, dan tidak abai karena kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) semakin tinggi di tengah kabut asap yang semakin berbahaya, harap Marlina.
Mengutip data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang pada selasa (08/09), jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat terus meningkat, dengan jumlah kasus ISPA mencapai 1.055 orang.
Aksi kolaborasi berbagai pihak, kata Neng Marlina Efendi dinilai sangat baik dalam memberikan solusi kepada warga terdampak Karhutla. Pihaknya juga sebelumnya telah menyalurkan air minum dengan sasaran kepada warga yang rentan seperti wanita hamil, ibu menyusui dan balita dalam hal pemenuhan gizi, tutup Marlina. (01)


















