BEM SI Mengecam Keras Adanya Peristiwa Pengeroyokan siswi di lingkungan SMA Bengkulu
Nasional, Darahjuang.online — Koordinator BEM Seluruh Indonesia Wilayah Bengkulu Kelvin Malindo menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras peristiwa pengeroyokan yang menimpa seorang siswi SMA yang berada di salah satu sekolah di Bengkulu, yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Kamis (5/2/26)
Tindakan ini merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlebih terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi setiap peserta didik.
Sekolah memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk melindungi siswi dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan penyalahgunaan relasi kuasa yang kerap dibungkus dalam budaya senioritas. Kekerasan terhadap siswi bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis, rasa aman, dan masa depan korban.
Menurut Kelvin, kasus ini harus diusut secara tuntas, adil, dan transparan, tanpa ada upaya menutup-nutupi fakta atau melindungi pelaku dengan dalih apa pun. Proses penanganan yang tidak serius hanya akan memperkuat budaya kekerasan di dunia pendidikan.
“Saya mendesak pihak sekolah, dinas pendidikan, serta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan bertanggung jawab, memastikan korban mendapatkan keadilan, perlindungan, serta pemulihan secara menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis.” Tegasnya.
Serta juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan korban benar-benar memperoleh keadilan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Lingkungan pendidikan harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan perlindungan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap siswi adalah peringatan keras bahwa pembenahan serius tidak lagi bisa ditunda. Pungkasnya. (01)


















