Tanah Laut, Darahjuang.online — Kepala Polda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan, memimpin Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Akselerasi Kabupaten Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung Kalsel Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Balairung Tuntung Pandang, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini dihadiri puluhan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanah Laut.
FGD digelar di tengah kondisi ketahanan pangan Kalimantan Selatan yang masih mengalami defisit produksi jagung. Saat ini produksi jagung Kalsel tercatat sekitar 130.000 ton per tahun, sementara kebutuhan riil mencapai 325.000 ton, sehingga terdapat kekurangan sekitar 195.000 ton.
Dalam arahannya, Kapolda mengajak seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat menutup defisit tersebut melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas. Ia menilai Kabupaten Tanah Laut memiliki prospek strategis sebagai lumbung jagung baru di Kalsel.
“Defisit ini harus kita jawab dengan kerja nyata. Tanah Laut memiliki potensi besar dari sisi luas wilayah dan karakter lahannya. Jika kita kelola bersama secara terintegrasi, saya optimistis daerah ini bisa menjadi sentra jagung Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Tanah Laut memiliki luas wilayah 3.631,35 kilometer persegi dan telah menjalin kerja sama dengan PT Inhutani I. Dari total 3.700 hektare lahan yang disiapkan, 700 hektare siap digarap pada tahap awal sebagai fondasi pengembangan kawasan jagung terpadu.
Kapolda menegaskan, peran kepolisian bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga penggerak dan fasilitator ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Polda Kalsel berkomitmen menjamin distribusi pupuk subsidi tepat sasaran, menjaga stabilitas harga melalui Satgas Pangan, memfasilitasi kolaborasi dengan offtaker, serta memberikan kepastian hukum terkait harga berbasis kualitas.
Dalam FGD tersebut juga disepakati langkah taktis terintegrasi mulai dari masa tanam hingga pasca panen, termasuk penyediaan alat berat, bibit unggul Bisi-18, pengerahan empat unit corn combine, hingga kepastian pembelian hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.
“Kabupaten Tanah Laut kita proyeksikan sebagai sentra jagung Kalimantan Selatan. Model kolaborasi ini adalah wujud nyata dukungan kepolisian terhadap swasembada pangan nasional dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(14).
Kapolda Kalsel Dorong Tanah Laut Jadi Sentra Jagung, Target Tekan Defisit 195 Ribu Ton

















