Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Wartawan Harus Memanfaatkan AI Positif

Wartawan Harus Memanfaatkan AI Positif

 

Alaku

Bandung, Darahjuang.online – Anton Santoso Editor Redaksi Lembaga Jurnalis ANTARA, mengatakan. Manusia Punya Seni, Robot AI Hanya Kata. Media Bisa Buat Konten Kreatif dengan manfaatkan AI, katanya.

 

Anton Santoso berharap wartawan harus memanfaatkan Artificial Intelegence (AI) secara positif. Bukan sebaliknya, menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan bersama seperti yang dilakukan seseorang atau kelompok yang menggunakan AI sebagai modus untuk mengambil uang orang dengan kecerdasan AI, meniru suara dan mirip wajah seseorang sebagai umpan penipuan.

 

“Inilah yang harus dihindari para wartawan ekonomi dan bisnis Bank Indonesia Sumatera Utara. Selain itu, kita sebagai jurnalis jangan sampai tergantung dengan AI. Kita juga ingin jurnalis tidak kalah dengan AI,” ucap Anton Santoso pada wartawan usai menyampaikan materi Capacity Building Bank Indonesia Sumatera Utara (Sumut) tentang peluang dan tantangan AI bagi media ke depan di Lantai 3 Hotel Hilton Bandung, Rabu, (22/10/2025).

 

Lebih jauh Anton Santoso menyebutkan di Jepang, robot juga sudah bisa disuruh membuat berita melalui AI. Namun yang keluar, apa adanya. Tidak ada penyaringan dan sentuhan rasa.

 

“Tapi kalau berita yang dibuat manusia, ada nilai seni dan rasa sehingga menimbulkan penyerapan pemberitaan yang mendalam,” kata Anton Santoso, manusia pada prinsipnya mempunyai kekuatan yang diberikan Tuhan. Ini yang harus kita manfaatkan seutuhnya.

 

Sebelumnya, Konten Kreator, Aldo Gus Tino memaparkan pengalamannya sejak terjun membuat konten tahun 2014. Bagi dia membuat konten awalnya apa adanya yakni apa yang dirasakan dan apa yang dialami, yah dibuat aja dengan memasukkan unsur ide yang bisa menarik minat masyarakat Bahkan, saat kita melakukan wisata.

 

Sampai saat ini, ujar Aldo sudah menciptakan 1000 konten baik di Tik Tok, facebook, youtube mapun lainnya. Kalau ditanya konten yang paling berkesan dari keseluruhan konten, itu ada. Tapi nggak ditampilkan pada kegiatan Bank Indonesia Sumut.

 

Saat itu, lanjut Aldo, ia membuat rumah untuk buat konten, tapi pembuatannya bukan di rumah. Konsepnya seperti berkhayal dan seru. Saya waktu itu seperti ditarik pesawat UPO. Tehniknya, saat itu badan saya diikat lalu ditarik 8 orang pake rik. Pokoknya seru dan sangat berkesan. Yang endos juga luar biasa. “Pembuatan konten yang satu ini tak ubahnya seperti film-film Hollywood. Ramai,” katanya.

 

Namun Aldo tak bisa memberi komentar saat ditanya sudah berapa banyak royalti yang diterimanya. Yah, pokoknya ada dari sumber yang merasa terbantu saat brand konten yang saya buat membantu dan menaikkan perolehan perusahaan mereka.

 

“Dari satu konten saja bisa membayar sejumlah pegawai saya,” kata Aldo seraya menambahkan bahwa wartawan juga bisa membuat konten menarik untuk menambah kesejahteraan keluarga dengan cara yang gampang dan nggak ribet. (Rls/22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *