Bengkulu, Darah Juang Online – STIKES TMS Bengkulu, menjadi tuan rumah konsolidasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara Provinsi Bengkulu menyampaikan pernyataan sikap terkait konflik yang tengah terjadi akibat adanya aktifitas tambang pasir besi milik PT Faminglevto Bakti Abadi di Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Pada Senin (03/01).
Disampaikan, M. Fharis Alatas, selaku Koordinator Daerah BEM Nusantara Provinsi Bengkulu, “Kami menilai aktivitas tambang pasir besi itu mengancam mata pencaharian warga sekitar sebagai nelayan, merampas hak masyarakat adat dan pasti nya merusak lingkungan, ” sampainya.
“Teman-teman Bemnus pusat juga akan mengawal isu ini kedepannya dan mencoba meneruskan isu ini ke kementerian terkait.
Tentunya persoalan ini menjadi hal yg mesti di selesaikan segera oleh pemerintah, ” tutupnya.
Adapun pernyataan sikap yang disampaikan oleh Aliansi BEM Nusantara Provinsi Bengkulu, adalah:
- Menuntut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkhusus Arifin Tasrif untuk segera mencabut izin kegiatan tambang pasir besi pasar Seluma
- Mendesak Gubernur Provinsi Bengkulu dan Bupati Seluma untuk segera mungkin merekomendasikan pencabutan izin tambang pasir besi Seluma.
3.Dengan ini sikap dari BEM Nusantara Provinsi Bengkulu, apabila tuntutan kami tidak dipenuhi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya Aliansi BEM Nusantara Provinsi Bengkulu akan menggelar aksi besar-besaran. (09)

















