KALIMANTAN, Darah Juang Online — Tuntutan terhadap ucapan yang di sampaikan kepada pemerintah terkait ibu kota Negara yang baru di Kalimantan timur, ucapan Edy Mulyadi yang menyebut kalimantan tempat jin buang anak dan hanya monyet yang mau tinggal di Kalimantan, menuai protes di masyarakat Kalimantan, khususnya kalimantan timur dan kalimantan pada umumnya.
Berikut awak media darah juang online, kalimantan selatan rangkum dari berbagai media, yang ada dikalimantan timur,Utara, tengah, barat,dan selatan. Serta media sosial lainnya.
Beberapa hari terakhir pulau Kalimantan sedang panas-panasnya terkait vitalnya video dari salah satu kader PKS, Edy Mulyadi yang dengan jelas menyebut kalimantan adalah tempat jin buang anak dan hanya kuntilanak dan genderuwo serta “monyet”, saja yang mau tinggal disana.
Tak ayal ucapan inilah yang membuat warga Kalimantan meradang, dan dengan tegas meminta kepada Edy Mulyadi segera minta maaf kepada masyarakat Kalimantan umumnya,serta khususnya kalimantan timur.
Gelombang desakan kepada Edy Mulyadi untuk segera meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan datang dari kesultanan Kutai Kartanegara ING martadipura.
Edy Mulyadi diduga hina Kalimantan, Kerajaan Kutai Kartanegara Bakal Kirim Jin Sungguhan ke Edy Mulyadi Jika Kekeh Tak Minta Maaf.
Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura akhirnya ikut angkat bicara soal beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Edy Mulyadi diduga melakukan penghinaan kepada masyarakat Kalimantan.
Diberitakan, Edy Mulyadi mengungkapkan jika Kalimantan merupakan tempat jin buang anak.
Hal ini disampaikannya saat menyampaikan penolakan atas pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).
Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman (AYL) menyampaikan kekesalannya terhadap pernyataan Edy yang dinilai tidak mengenakan tersebut.Bahkan, dirinya dengan tegas meminta Edy untuk segera melakukan permintaan maaf secara terbuka.
“Kami kesultanan Kutai Kartanegara ING martadipura meminta kepada saudara Edy Mulyadi segera minta maaf kepada masyarakat Kalimantan timur,” ujarnya.
Sementara dari salah satu tokoh adat Dayak Kalimantan barat, panglima jilah atau yang biasa dikenal pemimpin pasukan merah ini dengan tegas mengucapkan jika Saudara Edy Mulyadi tidak segera meminta maaf kepada warga Kalimantan sesegera mungkin, kami akan melanjutkan kejalur hukum saat melakukan orasi di hadapan warga Dayak di Kalimantan barat pada Senin 24/01/2022 kemarin.
Sedangkan dari Kalimantan tengah dan selatan, juga sama mereka juga menyuarakan tuntutan kepada Edy Mulyadi segera meminta maaf secara terbuka.
“Kalau perlu Edy Mulyadi datang langsung ke Kalimantan biar tau bagaimana kalimantan itu sebenarnya, ” tulis salah satu netizen di kolom komentar di medsos.
Sedangkan dari kalangan advokat kalimantan dan organisasi lainnya sudah ada yang melaporkan Edy Mulyadi ke mabes polri terkait video yang viral saat ini. (31)
Tulisan sebagian di ambil dari berbagai media.

















