Banjarbaru, Darahjuang.online — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan bagi peserta pendidikan kepemimpinan Polri. Sejumlah siswa Sespimti Dikreg ke-36 dan peserta Sespimmen Polri Angkatan ke-67 turun langsung mengikuti aktivitas Satgas Karhutla di wilayah Kalsel.
Salah satu peserta Sespimti Dikreg ke-36, Kombes Pol Ronaldo Siregar, mengatakan sebanyak delapan siswa Sespimti mengikuti kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) di Kalimantan Selatan. Para peserta sebelumnya tersebar di sejumlah wilayah Polda dan kemudian bergabung dalam kegiatan penanganan karhutla di Kalsel.
Menurutnya, keberadaan mereka tidak hanya untuk melihat proses pemadaman, tetapi juga mempelajari pola manajemen penanganan karhutla yang diterapkan Polda Kalsel. Para siswa juga tergabung dalam Satgas Edukasi pada Operasi Aman Nusa II untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami di sini selain memberikan edukasi untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melihat bagaimana manajemen yang dilakukan oleh Polda Kalimantan Selatan dalam menangani atau memitigasi masalah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ronaldo, Rabu 09/09/2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta Sespimti melihat langsung inovasi penanganan karhutla yang diterapkan jajaran Polda Kalsel, salah satunya penggunaan cairan surfaktan MS. Menurutnya, metode tersebut dinilai membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus menurunkan suhu lahan sehingga potensi munculnya kembali api dapat ditekan.
Ia menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu terobosan penting, khususnya dalam menangani karakteristik lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan. Dengan metode yang lebih terarah, proses pemadaman dan penggunaan sumber daya dinilai dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, peserta Sespimmen Polri Angkatan ke-67, Kompol Ricky Donaire, mengatakan kegiatan yang mereka ikuti merupakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di wilayah Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan tersebut, peserta turut mengamati langsung proses pemadaman karhutla menggunakan metode surfaktan.
“Kami sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Profesi di wilayah Kalimantan Selatan. Saat ini kami menyaksikan kegiatan pemadaman dari Satgas Karhutla Kalimantan Selatan, dengan metode menggunakan surfaktan yang diharapkan bisa memudahkan dan menyegerakan pemadaman,” tuturnya.
Dirinya menyebut, penanganan karhutla dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sejumlah metode dan teknologi. Salah satunya penggunaan drone termal untuk mendeteksi hotspot atau titik panas yang kemudian menjadi dasar bagi tim untuk menentukan lokasi yang perlu dilakukan pemadaman.
“Teknologi drone termal nanti bisa memantau adanya hotspot atau titik panas. Setelah dipantau, dilaksanakan pemadaman dengan metode surfaktan,” jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi penanganan akan berkembang sesuai hasil pemantauan di lapangan. Peserta Sespimmen bersama Satgas Karhutla akan terus melakukan identifikasi serta mitigasi terhadap titik-titik panas yang ditemukan.
Dari kegiatan Kuliah Kerja Profesi tersebut, peserta Sespimmen akan menyusun laporan hasil pelaksanaan sebagai bahan evaluasi. Laporan itu nantinya diharapkan dapat memberikan saran dan masukan kepada Polda Kalimantan Selatan untuk mendukung penguatan strategi penanganan karhutla ke depan.
Dan, adapun jumlah peserta Dikbang ikut andil dlm penanganan karhutla di polda kalsel, sejumlah 25 orang, diantaranya 8 peserta didik Sespimti Polri, 10 peserta didik Sespimmen Polri, dan 7 peserta didik SPPK.(14).


















