Bengkulu, Darah Juang Online – Dalam wawancara ekslusif bersama Media HMI Badko Sumbagsel, direktur PT Timah Achmad Ardianto menjelaskan terkait beberapa hal yang mesti di ketehui oleh masyarakat luas terkait pertimbangan yang ada di PT Timah Terutama di masa beliau hari ini menjabat sebagai direktur yang masih belum lama, dengan kisaran 8 bulan sejak bulan Desember 2021.
“saya baru menjabat Dirutkan dari Desember 2021 jadi baru 8 bulan saya menjabat sebagai Dirut PT Timah ini. Jadi, belum banyak yang bisa dilakukan. Tapi, situasi PT Timah saat ini kan sedang dalam posisi memperbaiki struktur kost, jadi kita melakukan beberapa penghematan untuk memastikan biaya yang bisa kita turunkan. memang biaya secara umum turun, walaupun memang harga timah nya pun turun yang mengakibatkan secara overall keuangan tidak ada perbaikan. Namun, dari sisi operasional kita melakukan beberapa perbaikan di bidang secara kita menambang. kita memperbaiki secara kerjasama kemitraan dengan perusahaan- perusahaan sehingga tingkat kebocoran Timah yang harus keluar dari lokasi timah itu bisa kita kurangi” jelas Ardianto .
Dalam wawancara tersebut, pak Ahmad Ardianto pun menjelaskan tentang bagaimana komitmen PT Timah terhadap reklamasi lingkungan yang di akibatkan oleh adanya pertambangan.
“Jadi PT timah seperti yang selama ini sudah dilakukan, itu mengikuti secara baik peraturan yang di terapkan oleh pemerintah dalam hal ini tentunya peraturan dari KLHK dan ESDM dan sekarang tambah lagi KHP untuk bisa melakukan reklamasi secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan apa yang di perjanjikan di awal melalui dokumen lingkungan. yang saya ingin sampaikan disini bahwa selama ini performance reklamasi PT Timah saat ini sangat baik, itu bisa di buktikan dengan adanya penghargaan proper emas. dua biru beserta hijau. Saya kira bentuk pengakuan pemerintah dalam hal ini kementerian KLHK, bahwa kita sudah melaksanakan program kita (mereklamasi) dengan baik”. Jelas Ahmad Ardianto.
Menjadi satu pertanyaan pamungkas, dalam wawancara tersebut media HMI Badko Sumbagsel mempertanyakan soal timah yang menjadi Bahan Strategis Nasional / Mineral Kritis. Media Badko mempertanyakan tentang apa upaya PT. Timah untuk mewujudkan itu semua ?
“Yang pertama tentu kita ingin memastikan bahwa model penambangan timah itu bisa di perbaiki dan di tingkatkan. yang kedua kita melakukan komunikasi dengan unsur-unsur kementrian terkait baik itu di KLHK, KKP, BUMN, Markofes dan Keuangan.
Dalam proses itu tentu saja komunikasi ke masyarakat juga harus dijaga. Artinya, Masyarakat juga perlu tahu bahwa kondisi ekosistem Indonesia saat ini itu dalam kondisi yang tidak baik dan harus di perbaiki menuju ekosistem Timah yang lebih sehat, maka oleh sebab itu kita juga melakukan FGD dengan BADKO HMI Sumbagsel untuk bisa mendapatkan feed back dari masyarakat terkait dengan ide ini”. Pungkas Ahmad Ardianto. (01).


















