Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Skula Adat “Penjaga Mandat Lehuhur” AMAN Da Taneak Jang, 2022 Fokus Belajar Aksara Rejang

Lebong, Darah Juang Online — Skula Adat “Penjaga Mandat Lehuhur” AMAN Da Taneak Jang, pada tahun 2022 Fokus Penulisan dan hafalan Aksara Rejang.

Hal ini disampaikan Ketua AMAN Da Taneak Jang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, Rafik Sani kepada awak media via pesan suara WhatsApp “Tahun 2022 Sekolah Adat Penjaga Mandat Leluhur Taneak Jang kita fokuskan belajar AKSARA REJANG.” Katanya. Minggu (20/11/22) ketika berada dilokasi sekolah adat Taneak Jang di Desa Tunggang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Alaku
Peserta didik Sekolah Adat Penjaga Mandat Leluhur Taneak Jang, di desa Tunggang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Sabtu (19/11/22)

Proses belajar mengajar di Sekolah Adat dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, bertempat di Komunitas Masyarakat Adat Kutai Sadei Tunggang Kab Lebong Provinsi Bengkulu.

Adapun peserta didik sekolah adat tanah rejang adalah anak-anak dari desa Tunggang serta dari luar desa. Sebagian besar peserta berumur 5 – 9 Tahun.

“Untuk proses belajar mengajar Aksara Rejang serta proses pembelajaran lainya, sekolah adat Taneak Jang telah membuka dua (2) kelas yaitu kategori anak – anak dan kelas remaja hingga dewasa.” Tambahnya.

Sekolah Adat ini atas kerjasama berbagai pihak, di inisiasi AMAN Da Taneak Jang, BPAN, dan Komunitas Adat Kutai Sadei Tunggang Kab Lebong Provinsi Bengkulu serta Pemda dan Pemdes Tunggang.

Terkait penyelenggara sekolah adat ini, Rafek menerangkan “Sekolah adat penjaga mandat leluhur Taneak Jang diselenggara oleh AMAN Da Taneak Jang yang dibantu oleh Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Taneak Jang, serta dibantu juga warga Desa Tunggang Ibu Refi Jaspin.” Terangnya.

Adapun materi pembelajaran dalam sekolah adat penjaga mandat leluhur Taneak Jang, disebutkan “Materi yang kita pelajari disekolah adat ini, tahun 2022 difokuskan pada pembelajaran Aksara Rejang. Mulai dari pengenalan, menghafal, menulis, mengetahui bentuk-bentuk tulisan huruf dan angka Aksara Suku Rejang, sampai pada tingkat mereka bisa dan mampu menulis aksara rejang.” Jelas Tokoh Pemuda yang intens dalam Kebudayaan Masyarakat Adat Rejang.

Selama proses belajar mengajar Aksara Rejang, ada banyak cerita menarik dari sekolah adat.

Dituturan pada kesempatan yang sama oleh Rafik Sani “Banyak hal yang menarik selama proses belajar mengajar di sekolah adat. Seperti begitu sulitnya memahami dan menghafal aksara rejang. Kita hafal misalnya aksara rejang seperti Kaganga, Fatadama tapi kebanyakan kita tidak tau huruf NGA itu seperti apa.? TA seperti apa.? FA itu seperti apa.? dan bentuk tulisan Saralayahaja itu seperti apa, itu sangat menarik dan sangat sulit kita pahami selama proses belajar mengajar di sekolah adat Taneak Jang ini.” Tuturnya, seraya memberi contoh peristiwa seperti apa yang ada dalam sekolah adat.

Dalam kesempatan yang baik ini, Rafik juga menyampaikan beberapa harapan dengan adanya sekolah adat penjaga mandat leluhur tanah rejang.

“Dengan adanya sekolah adat ditanah Rejang kita berharap, akan tumbuh rasa cinta dan memiliki terhadap adat dan budaya Rejang itu sendiri kepada anak generasi sekarang ini dan kedepannya.” Jelasnya.

Lebih lanjut diterangkan juga, dalam menyukseskan penyelenggaraan sekolah adat ini perlu adanya peran orang tua, Pemda Lebong dan Pemdes.

Agar “Para anak muda dan orang tua dapat membantu dalam hal mendorong anak-anak untuk belajar di sekolah adat penjaga mandat leluhur ini terkait Aksara Rejang ini. Pemda Lebong juga dapat membantu dalam menyukseskan pelaksana kegiatan belajar mengajar di sekolah adat ini.” Rafik Sani menekankan harapanya.

Untuk kendala, Rafek juga jujur menerangkan “Ada kendala internal dan eksternal dalam proses belajar mengajar. Kendala yang paling utama kita ada kesulitan dalam menemukan guru – guru yang bisa membantu dalam kegiatan proses belajar mengajar. Serta terbatasnya guru yang memahami dan mengerti Aksara rejang.” Terangnya.

Lebih lanjut terkait kendala, Rafek Sani juga bercerita masalah dana penyelenggaraan kegiatan. “Masih terkendala anggaran dana yang dimiliki, sepertu untuk membayar para pengajar (Guru, Red) kemudian penyediaan fasilitas-fasilitas dalam mendukung kegiatan belajar mengajar, alat tulis kantor termasuk belum adanya meja dan kursi yang mendukung kegiatan belajar mengajar.” Jelasnya lagi.

Namun ada yang menarik di sekolah adat yang berlokasi di Desa Tunggang Kab. Lebong, kata Rafek “Sekolah adat ini tidak hanya mengajarkan aksara rejang, namun juga mengajarkan dan menumbuh kembangkan permainan tradisional, kearifan lokal, seni, budaya. Katakanla seperti seni sastra lisan, kita kenal Adam Dula, guritan, nandei, syair, ini juga kita temukan dan pelajari di sekolah adat penjaga mandat leluhur.” Rafek Sani melanjutkan ceritanya.

Kemudian sekolah adat ini juga memperkenalkan “Sejarah asal usul suku rejang, peserta didik dan masyarakat kita beri pengetahuan dan pemahaman tentang asal usul, tembo-tembo, silsila, pusaka-pusaka peninggalan asli dari Suku Rejang itu sendiri.” Pungkasnya.

Telah dimulainya dan berjalanya proses belajar mengajar di Sekolah Adat di Desa Tunggang Kab Lebong, juga di apresiasi Ketua Harian AMAN Bengkulu, Deff Tri menurutnya “Skula Adat bisa mendorong generasi kita memiliki keterikatan dengan budayanya kembali.” Terangnya.

Pendidik sekolah adat Taneak Jang adalah mereka yang memahami tulisan dan hafalan Aksara Suku Rejang.

Melalui sekolah adat, Anak-anak kita diajarkan bahwa keberhasilan itu tidak berarti meninggalkan wilayah dan budaya mereka, bangga dengan identitas sebagai masyarakat adat.

Lebih tegas Deff Tri menekankan, “Agenda yang memiliki niat baik dan luhur ini juga harus dapat direspon oleh semua pihak. Agar menjaga, meneruskan, dan menumbuhkan nilai leluhur yang menjadi tanggung jawab bersama ini. Dapat didukung oleh semua pihak, khususnya pemerintah kabupaten Lebong dan Provinsi Bengkulu.” Tutup Deff Tri ketika diminta tanggapan terkait Proses Belajar Mengajar di Sekolah Adat penjaga Mandat Leluhur Taneak Jang. (Red 12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *