Bengkulu, Darah Juang Online – Pemilihan umum 2024 hanya tinggal menghitung hari, gejolak nasional sampai daerah sudah sangat terasa, bahkan sebelum masa Daftar Calon Tetap (DCT), konflik sudah terasa dan dialami di Kabupaten Seluma pada Rabu (27/09) kemarin.
Mulai maraknya pemasangan Alat Peraga Sosialisasi hingga isu adanya dugaan peruskaan alat peraga tersebut, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. Seluma mengambil langkah dan sikap atas beberapa alat peraga kampanye yang dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.
Krisna Andrisya Putra selaku bidang kajian politik, advokasi dan kebijakan strategis daerah, menyampaikan, “Ini adalah sebuah bentuk premanisme dan anarkis, dan juga sebuah bentuk propaganda yang dibuat agar sesama tim sukses dari beberapa caleg, jadi beradu sentimen bahkan beradu fisik sesama anak desa, maka daripada itu kami menghimbau untuk seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap dalam kerukunan dalam menghadapi pemilu ini nanti.” Ungkap Krisna.
Krisna Juga menambahkan, ” Beberapa spanduk dan baliho caleg di robek seperti dari yang dialami Parpol PDI-P, PPP, dan Gelora, ini bukan karena kita ingin membela partai politiknya tapi ini berbicara keindahan desa kita, alangkah lebih baiknya kalo memang masyarakat tidak menyetujui adanya baliho atau spanduk yang terpasang baiknya dikoordinasi dengan calon bersangkutan agar alat peraga sosialisasi tersebut tidak dipasang dilokasi tersebut dan selanjutnya dilepas, kita juga berharap semua pihak bisa kondusif dan kita bisa sama – sama memajukan seluma kedepannya.” Ucapnya.
Disisi lain team Darah juang online juga sempat menghubungi salah satu calon legislatif (Caleg) dari PDI-P, Febrinanda Putra yang menyampaikan, ” Saya yakin dan percaya, hari ini saya nyatakan niat tulus dan murni anak desa sedang diambang teror oleh oknum tak bertanggung jawab, akibat tindakan yang perusakan alat peraga sosialisasi yang terpasang.” Jelasnya.
“maka daripada itu, kita harus tetap bersatu padu untuk kemajuan seluma lebih baik kedepan dengan tindakan nyata, serta terus bergerak demi masyarakat yang sejahtera, jangan sampai hal ini menjadi hambatan kita untuk memperbaiki seluma kedepannya.” Tutup Febrinanda, dengan harapannya.
Terakhir, Krisna juga mengajak semua elemen masyarakat agar dapat menjaga kondusifitas di Kabupaten Seluma. (01)

















