Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Dari Kota Seribu Sungai, ANOX BAND Siap Guncang Industri Slow Rock Melayu

Kalimantan Selatan, Darahjuang.online – Gelombang baru musik slow rock melayu kembali mengalun dari Kota Seribu Sungai, Banjarmasin. Pendatang baru bernama ANOX BAND tampil penuh percaya diri dengan balutan musik melayu klasik yang emosional, dipadukan sentuhan aransemen modern yang relevan dengan selera masa kini.

Berasal dan bermarkas di Landasan Ulin, Banjarbaru, ANOX BAND diperkuat Rahman (vokal), Danan (gitar), Yus (bass), Jani (gitar), Faken (drum), dan Iril (keyboard). Mereka memilih jalur independen sebagai langkah awal, memproduksi dan mendistribusikan karya secara mandiri melalui YouTube serta berbagai platform musik digital.


Single debut “Sang Bidadari” menjadi pembuka perjalanan mereka. Meski diproduksi secara sederhana, video klipnya mampu meraih 1.500 penonton dalam 24 jam pertama. Angka tersebut menjadi bukti bahwa slow rock melayu masih memiliki basis pendengar yang solid.

Momentum itu berlanjut lewat single kedua “Cinta Salah” yang mencatatkan 3.000 penonton hanya dalam sehari. Respons positif ini semakin mengukuhkan posisi ANOX BAND sebagai talenta baru yang patut diperhitungkan.
Sejauh ini, lima karya telah resmi dirilis:

Sang Bidadari (Music Video).

Cinta Salah (Music Video).

Apalagi Yang Kau Cari (Official Audio)
Buah Cinta Kita (Lirik Video).

Maafkan Ini Anakmu (Music Video – edisi religi Ramadan & Lebaran).

Karya-karya tersebut telah tersedia di berbagai platform seperti YouTube, Joox, Spotify, dan Langit Musik, serta diputar di sejumlah stasiun radio nasional maupun swasta.

Tak hanya produktif di studio, ANOX BAND juga aktif tampil dalam berbagai event dan parade musik. Mereka tergabung dalam Komunitas Pencinta Musik Rock Melayu (KPMRM) se-Asia Tenggara yang berbasis di Banjarmasin. Hingga kini, sekitar 12 lagu telah mereka ciptakan dalam balutan genre slow rock melayu.

Langkah besar berikutnya pun tengah dipersiapkan. ANOX BAND akan merilis album terbaru bertajuk “Terbakar Sendiri”, yang menjadi proyek spesial karena menghadirkan kolaborasi bersama musisi ternama asal Sumatera, Faisal Asahan—figur yang dikenal luas lewat karya populernya seperti “Cinta Tasik Malaya” dan “Cinta Bandar Tasik Selatan”.

Lagu “Terbakar Sendiri” diciptakan dan ditulis langsung oleh Faisal Asahan secara eksklusif untuk ANOX BAND. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi musisi asal Kalimantan Selatan, mengingat banyak penyanyi melayu sukses lahir dari tangan dinginnya, seperti Thomas Arya, Ipank, Nazia Marwiana, dan Cut Rani.

Dengan visi membawa nama Kalimantan Selatan ke kancah nasional, ANOX BAND terus mematangkan konsep musikalitas dan kesiapan mental untuk bersaing di industri musik Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan menjadi titik tolak menuju panggung yang lebih luas.

Dari tepian sungai Kalimantan Selatan, ANOX BAND membuktikan bahwa karya berkualitas dapat lahir dari daerah dan siap bersaing di industri musik Tanah Air.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *