Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Bukan Sekedar Tongkat Komando, Kapolresta Banjarmasin Tanamkan Jiwa Pemimpin kepada Pelajar

Banjarmasin, Darahjuang.online – Ada cara berbeda yang dilakukan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H., untuk membangun kedekatan dengan kalangan pelajar. Dalam sebuah pertemuan, para siswa tidak hanya diajak berdialog, tetapi juga diberi kesempatan merasakan langsung memegang tongkat komando milik Kapolresta.

Momen tersebut sontak mencuri perhatian. Para pelajar tampak antusias dan bangga ketika secara bergantian menggenggam tongkat komando yang menjadi salah satu simbol kepemimpinan seorang perwira kepolisian.

Alaku

Bagi Kapolresta Banjarmasin, momen tersebut bukan sekadar aktivitas seremonial. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun karakter, kedisiplinan dan semangat kepemimpinan sejak usia sekolah.

Riza Muttaqin mengingatkan para pelajar agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan membiasakan diri hidup disiplin.

“Rajin belajar dan disiplin adalah kunci meraih cita-cita yang kalian impikan,” ujar Riza Muttaqin.

Ia menegaskan, Polri ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan yang humanis. Kehadiran polisi di tengah pelajar diharapkan tidak hanya dipandang dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai sosok yang dapat memberikan motivasi dan inspirasi.

“Saya berharap interaksi humanis seperti ini dapat menumbuhkan semangat kepemimpinan, cinta tanah air, dan motivasi belajar mereka sejak dini,” tuturnya.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pembentukan karakter, kedisiplinan dan rasa percaya diri perlu ditanamkan sejak dini agar para pelajar memiliki bekal kuat dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Kesempatan memegang tongkat komando tersebut pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa. Di balik momen sederhana itu, terselip pesan bahwa jiwa kepemimpinan bukan hanya milik seorang pejabat atau aparat, tetapi dapat tumbuh dalam diri siapa pun yang memiliki kemauan untuk belajar, disiplin dan bertanggung jawab.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *