Alaku
Alaku
Alaku Alaku

BKSDA Diduga Tutup Mata terhadap Kerusakan TWA Pantai Panjang

*BKSDA Diduga Tutup Mata terhadap Kerusakan TWA Pantai Panjang*

 

Alaku

Bengkulu, Darahjuang.online — Kerusakan kawasan Taman Wisata Alam Pantai Panjang semakin mengkhawatirkan. Aktivitas pembabatan pohon cemara serta pengangkutan kayu hasil tebangan ilegal dilaporkan terus terjadi secara masif dalam beberapa waktu terakhir.

 

Masyarakat telah menyampaikan temuan awal sejak 10 Maret 2026 kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, terkait maraknya kegiatan pengangkutan kayu serta dugaan alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit di dalam kawasan konservasi. Aktivitas tersebut terpantau membentang dari wilayah Lentera Hijau hingga area sekitar PLTU batu bara Teluk Sepang.

 

Namun demikian, hingga saat ini laporan tersebut belum menunjukkan tindak lanjut yang jelas. Di lapangan, aktivitas perusakan kawasan justru masih terus berlangsung tanpa hambatan.

 

Pada 18 Maret 2026, kembali ditemukan satu unit truk diesel berwarna merah yang mengangkut kayu hasil penebangan keluar dari area TWA Pantai Panjang, melintasi kawasan PLTU batu bara.

 

Salah seorang warga Teluk Sepang, RS, menyampaikan kecurigaannya:

“Kami mendapatkan laporan dari warga Teluk Sepang”.

 

“Pohon cerama yang ada di wilayah TWA Pantai Panjang tersebut kami tanam dahulu dengan gotong royong, guna memastikan wilayah tersebut selamat dari ancaman abrasi”.

 

Sampai dengan siaran pers ini disampaikan, belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak berwenang, khususnya BKSDA, dalam menghentikan aktivitas yang diduga merusak kawasan konservasi tersebut.

 

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat terkait keberlanjutan ekosistem dan fungsi kawasan TWA Pantai Panjang sebagai area konservasi. (Rls 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *