MAHASISWA KKN UNIB DAN PEMDES DURIAN BUBUR GELAR FOGGING CEGAH DBD
Seluma, Darahjuang.online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu bersama Pemerintah Desa Durian Bubur menggelar kegiatan fogging (pengasapan) pada Sabtu, 27 Juni 2026, sebagai upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Durian Bubur, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma. Kegiatan ini dilaksanakan menyusul meningkatnya jumlah warga yang terjangkit DBD dalam beberapa waktu terakhir.
Fogging dilakukan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, di antaranya kawasan permukiman warga, saluran air, kebun di sekitar rumah, serta beberapa fasilitas umum desa. Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa KKN, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.
Selain mendampingi pelaksanaan fogging, mahasiswa KKN Universitas Bengkulu juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar pencegahan DBD dilakukan secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok KKN Desa Durian Bubur, Habib Nurhammad, mengatakan kegiatan fogging merupakan respons atas meningkatnya kasus DBD yang dikeluhkan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Selama berada di Desa Durian Bubur, kami menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai meningkatnya kasus DBD yang telah menyerang sejumlah warga. Bersama pemerintah desa dan pihak terkait, kami berinisiatif melaksanakan fogging sebagai langkah cepat untuk membantu menekan penyebaran DBD sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Habib.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi seluruh anggota KKN Universitas Bengkulu yang bertugas di Desa Durian Bubur, yaitu Habib Nurhammad, Yhoga Wahyudi Saputra, Putri Ayu Anggelika, Meisela Lidia Dwi Putri, Dhini Elza Seftriani, Eka Putri Haryanti, Alvin Ferdiansya, Frayoga Agustian, Tri Permata Sari, dan Muhammad Fajar Syabti. Seluruh anggota terlibat dalam koordinasi, sosialisasi, hingga pelaksanaan fogging bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Pemerintah Desa Durian Bubur mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Bengkulu dalam membantu penanganan masalah kesehatan masyarakat.
Menurut pemerintah desa, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan angka kasus DBD sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi warga dalam mendukung pelaksanaan fogging serta membersihkan lingkungan di sekitar rumah masing-masing. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus meminimalkan risiko penyebaran DBD di Desa Durian Bubur. (01)


















