Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Setahun Tanpa Bidan Desa, Warga Talang Kebun Keluhkan Layanan Kesehatan, Kasus Stunting Naik Jadi 10

Setahun Tanpa Bidan Desa, Warga Talang Kebun Keluhkan Layanan Kesehatan, Kasus Stunting Naik Jadi 10

 

Alaku

 

SELUMA, Darahjuang.online – Masyarakat Desa Talang Kebun, Kecamatan Lubuk Sandi, mengeluhkan tidak adanya bidan desa yang bertugas di desa mereka selama sekitar satu tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, balita, dan lansia.

 

Kepala Desa Talang Kebun, Salaludin, mengatakan desanya dihuni sekitar 600 jiwa yang sangat membutuhkan keberadaan tenaga kesehatan, khususnya bidan desa. Menurutnya, akses menuju fasilitas kesehatan juga cukup sulit karena jaraknya jauh dan kondisi jalan rusak, terutama saat musim hujan.

 

“Desa kami cukup jauh dari fasilitas kesehatan. Ditambah lagi kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat kesulitan berobat, terutama ketika musim hujan. Karena itu, keberadaan bidan desa sangat kami butuhkan,” ujar Salaludin. Sabtu (11/7/26)

 

Ia mengungkapkan, sejak tidak adanya bidan desa, jumlah kasus stunting di Desa Talang Kebun mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak enam kasus, sementara saat ini meningkat menjadi 10 kasus.

 

“Saat ini terjadi lonjakan angka stunting di desa kami, dari enam kasus pada tahun 2025 menjadi 10 kasus. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Seluma atau instansi terkait segera menugaskan satu bidan desa yang menetap di desa kami agar pelayanan kesehatan kembali optimal,” katanya.

 

Salaludin menambahkan, Pemerintah Desa Talang Kebun telah menyampaikan surat kepada Pemerintah Kabupaten Seluma dan DPRD Kabupaten Seluma terkait kekosongan bidan desa tersebut.

 

“Kami sudah menyurati Pemkab Seluma dan DPRD karena masyarakat benar-benar membutuhkan bidan desa. Harapan kami persoalan ini segera mendapat perhatian,” tambahnya.

 

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Seluma, Pasrul Hamidi, membenarkan bahwa Desa Talang Kebun hingga kini belum memiliki bidan desa. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penempatan tenaga kesehatan tersebut segera direalisasikan.

 

“Kami di DPRD sudah menerima surat dari Pemerintah Desa Talang Kebun. Saya juga sudah berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah agar penempatan bidan desa segera dilakukan. Ini sangat penting karena pelayanan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, apalagi jumlah kasus stunting di desa tersebut meningkat dari enam menjadi 10 kasus,” ujar Pasrul.

 

Pasrul berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret agar masyarakat Desa Talang Kebun kembali mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *