Banjarbaru, Darahjuang.online – Ketua Umum Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Nasional, Awang Suwanda, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua APPSBI Kota Banjarbaru, Minggu (12/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan organisasi sekaligus memberikan motivasi kepada para pelaku dan penggiat perguruan silat budaya (Kuntaw) di Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Awang Suwanda didampingi jajaran Pengurus APPSBI Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan juga dihadiri perwakilan dari empat perguruan Silat Budaya (Kuntaw) yang tergabung dalam APPSBI Kota Banjarbaru. Ketua APPSBI Banjarbaru diketahui juga merupakan pelatih sekaligus guru dari salah satu perguruan silat budaya di daerah tersebut.
Dirinya mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan organisasi APPSBI di Kalimantan Selatan. Menurutnya, dalam waktu sekitar enam bulan sejak kepengurusan provinsi dikukuhkan pada Januari 2026, APPSBI Kalsel telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.
“Saya sangat bangga dengan perkembangan APPSBI Kalimantan Selatan. Dalam waktu kurang lebih enam bulan setelah pengurus provinsi dikukuhkan, sudah berhasil membentuk kepengurusan di 10 kabupaten dan kota. Ini merupakan capaian yang luar biasa dan menunjukkan semangat pengurus daerah dalam melestarikan pencak silat budaya,” ungkapnya.
Ia berharap tiga kabupaten/kota yang masih belum memiliki kepengurusan APPSBI dapat segera menyusul sehingga organisasi dapat menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
“Harapan saya, tiga daerah yang belum terbentuk segera menyelesaikan kepengurusannya. Kalau seluruh kabupaten dan kota sudah terbentuk, saya yakin APPSBI Kalimantan Selatan akan menjadi salah satu provinsi yang paling solid dan dapat menjadi contoh bagi kepengurusan APPSBI di provinsi lain di Indonesia,” harapnya
Tidak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa APPSBI hadir bukan hanya sebagai organisasi pencak silat, tetapi memiliki misi menjaga, melestarikan, dan mengembangkan silat budaya atau Kuntaw sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang harus diwariskan kepada generasi muda.
“Kami ingin silat budaya tidak hanya dikenal, tetapi terus hidup dan berkembang. Melalui APPSBI, kami berupaya membina perguruan-perguruan agar tetap menjaga nilai budaya, persaudaraan, dan karakter yang menjadi jati diri pencak silat Indonesia,” tegasnya.
Kunjungan Ketua Umum APPSBI Nasional disambut antusias oleh pengurus daerah dan para pendekar Kuntaw. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk memperkuat sinergi antarperguruan dalam membangun organisasi dan melestarikan pencak silat budaya di Kalimantan Selatan maupun di tingkat nasional.(14).
Ketua Umum APPSBI Nasional Apresiasi Kemajuan APPSBI Kalsel Saat Kunjungi Banjarbaru

















