Alaku
Alaku
Alaku Alaku

BNNK Banjarbaru Gandeng Yayasan Tahfidz Qur’an Martapura Perkuat Gerakan Anti Narkoba

Martapura, Darahjuang.online – Dalam rangkaian kegiatan pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru menggelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Yayasan Rumah Yatim Tahfidz Qur’an Martapura, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WITA tersebut diikuti sebanyak 55 peserta yang terdiri dari pengasuh, pengajar, dan santri tingkat Madrasah Tsanawiyah. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Banjarbaru, AKBP Dr. Arif Wahyu Bibitharta, S.H., M.H., M.M., didampingi Kasubag Umum dr. Daryl Alfitri, Penyuluh Narkoba Ahli Muda Rusmiati, S.KM., M.P.H., H. Anwar Radi dari Bidang Rehabilitasi, serta Samsir Alam dari Bidang Umum.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Banjarbaru AKBP Arif Wahyu Bibitharta menyampaikan materi bertajuk “Bahaya Narkoba dan Peran Siswa/Santri dalam P4GN”. Melalui materi itu, para santri dibekali pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman narkoba.

“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini kepada para santri bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap mereka memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba serta ikut menjadi pelopor dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki daya tahan terhadap pengaruh negatif.

“Santri merupakan generasi penerus yang memiliki bekal pendidikan agama dan moral. Nilai-nilai tersebut harus menjadi benteng yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang negatif,” imbuhnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para santri tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait bahaya narkoba serta langkah-langkah pencegahannya di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyerahkan bingkisan berupa kitab dan buku pembelajaran kepada pihak Yayasan Rumah Yatim Tahfidz Qur’an Martapura sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, salat Zuhur berjamaah, serta ramah tamah.

Ia juga menegaskan, bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya lembaga pendidikan, pondok pesantren, keluarga, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba. BNNK Banjarbaru akan terus memperluas kegiatan sosialisasi ke sekolah, pesantren, dan berbagai komunitas agar semakin banyak generasi muda yang menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *