Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Wajah Banjarbaru Tercoreng Kabel Semrawut, DKB: Keselamatan Warga Jangan Diabaikan

Banjarbaru, Darahjuang.online – Semrawutnya kabel listrik dan jaringan internet yang menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Banjarbaru kembali menuai kritik keras. Kondisi kabel yang menjuntai rendah, bertumpuk di tiang, hingga melintang di atas jalan dinilai bukan lagi sekadar mengganggu pemandangan, tetapi telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Dayak Kulawarga Borneo (DKB) Banjarbaru, Roy Hasyim Thalib, menilai persoalan tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap penataan utilitas di ruang publik. Ia mendesak Pemerintah Kota Banjarbaru, PLN, serta seluruh perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi dan internet agar tidak lagi saling menunggu, melainkan segera turun tangan melakukan penataan secara menyeluruh.

Menurut Roy, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi yang setiap hari disaksikan masyarakat. Ia mengingatkan, kabel yang dibiarkan menjuntai di jalan berpotensi memicu kecelakaan kapan saja apabila tidak segera ditangani.

“Kami tidak ingin Banjarbaru mengalami kejadian seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah lain, termasuk di Jakarta, di mana kabel yang semrawut hingga menjuntai ke jalan mengakibatkan kecelakaan bahkan memakan korban jiwa. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah ada korban,” tegas Roy, Senin (20/7/2026).

Roy menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan dikalahkan oleh kelalaian dalam mengelola infrastruktur utilitas. Ia juga menyoroti banyaknya kabel yang diduga sudah tidak lagi digunakan, tetapi tetap dibiarkan menggantung sehingga memperburuk wajah kota sekaligus meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.

“Kami berharap ada pendataan menyeluruh. Kabel yang sudah mati harus segera dicabut, sedangkan kabel yang masih aktif wajib dirapikan sesuai standar keselamatan. Jangan sampai kota ini dipenuhi kabel tak bertuan yang hanya menjadi ancaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain meminta penataan fisik, Roy juga mendesak Pemkot Banjarbaru membentuk tim terpadu yang melibatkan PLN, dinas teknis, operator telekomunikasi, dan penyedia layanan internet untuk melakukan inspeksi rutin di lapangan. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara setengah hati atau hanya setelah mendapat sorotan publik.

Ia juga meminta pemerintah menerbitkan aturan yang lebih tegas terhadap seluruh penyedia layanan utilitas. Perusahaan yang memasang kabel harus bertanggung jawab menjaga kerapian instalasi dan siap dikenai sanksi apabila membiarkan kabelnya membahayakan masyarakat.

Roy mengajak masyarakat ikut melaporkan apabila menemukan kabel yang putus, menjuntai, atau berpotensi membahayakan pengguna jalan. Ia menegaskan, keselamatan warga tidak boleh dikorbankan akibat buruknya tata kelola infrastruktur.

“Kami berharap Pemko Banjarbaru, PLN, dan seluruh pejabat yang berwenang segera mengambil langkah konkret. Jangan menunggu nyawa melayang baru sibuk melakukan penertiban. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Banjarbaru, PLN, serta sejumlah perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi dan internet masih diupayakan untuk memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat dan desakan penataan kabel semrawut tersebut.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *