Dari Hutan Menjadi Rupiah: Pesona Kerajinan Tangan Resam Khas Desa Batu Raja R Bengkulu Utara Bangkitkan Ekonomi Mikro
Darah Juang Online, BENGKULU UTARA — Potensi ekonomi kreatif di tingkat desa kembali menunjukkan tajinya. Di Desa Batu Raja R, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, pelaku pengerajin kerajinan tangan KUPS Besambu berhasil menyulap tumbuhan liar resam menjadi ragam produk kerajinan tangan bernilai seni dan ekonomi tinggi.
Hal ini terungkap, pada saat awak media DJO Bengkulu ke lokasi, Senin (3/8/26). Sebagaimana diungkapkan oleh Sukman selaku ketua KUPS Besambu dan masyarakat lainnya.
Terpantau di lokasi, langkah inspiratif ini tidak hanya sukses melestarikan warisan budaya lokal, tetapi juga menjadi urat nadi baru bagi perekonomian warga pedesaan.
Tumbuhan dari perhutanan sosial seperti, bambu, akar tanaman janda bolong, resam, sedikit rotan, yang kerap tumbuh subur di pinggiran hutan dan perkebunan, selama ini terkhususnya resam sering kali hanya dianggap sebagai gulma.
Namun, di tangan-tangan terampil perajin lokal Desa Batu Raja R, seperti Sukman, serat resam diproses secara tradisional dan dianyam dengan ketelitian tingkat tinggi. Hasilnya? Tumbuhan liar ini berubah wujud menjadi produk premium seperti keranjang, topi, hingga berbagai souvenir eksklusif yang memanjakan mata.
Kekuatan Usaha Mikro Berbasis Kearifan Lokal
Dari kacamata usaha mikro, kerajinan resam di Desa Batu Raja R adalah contoh nyata kemandirian ekonomi masyarakat desa. Usaha ini sebagian besar digerakkan oleh kelompok masyarakat dan ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk memproduksi anyaman bernilai jual.
Tanpa membutuhkan modal pabrikasi dan mesin bertenaga besar, para pelaku perajin ini mengandalkan dua hal utama: kekayaan alam Bengkulu Utara dan mahakarya keterampilan tangan.
Keunggulan utama dari produk anyaman resam ini terletak pada kualitas materialnya. Serat resam dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa kuat, fleksibel, serta sirkulasi udara yang baik. Uniknya lagi, warna cokelat alami dari anyaman resam ini tidak akan pudar, melainkan akan terlihat semakin mengkilap dan eksotis seiring dengan lamanya pemakaian.
Tantangan dan Harapan Perajin Lokal Bengkulu
Sebagai sebuah usaha mikro yang tengah berkembang, para perajin kerajinan resam Bengkulu Utara ini tentu tidak lepas dari tantangan. Proses pembuatan yang memakan waktu lama semakin kecil produk kerajinannya maka akan lebih sulit pembuatannya. mulai dari membelah batang resam, menyerut, hingga menganyam pola membuat produk ini diproduksi dalam skala limited edition atau terbatas. Selain itu, akses perluasan pasar dan digitalisasi pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Saat ini, pemasaran produk lokal Bengkulu dari Desa Batu Raja R ini masih banyak mengandalkan pameran UMKM daerah, sistem pesanan (pre-order), serta merambah perlahan melalui promosi di media sosial.
Kehadiran dukungan dari pemerintah daerah, instansi terkait, serta kesadaran masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri sangat krusial. Dengan pembinaan yang tepat dan akses modal yang mudah, UMKM kerajinan resam ini memiliki potensi besar untuk “naik kelas” dan menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Membeli kerajinan resam bukan sekadar transaksi mendapatkan barang etnik yang unik. Lebih dari itu, setiap rupiah yang dikeluarkan adalah bentuk apresiasi dan investasi langsung pada kesejahteraan perajin mikro di Desa Batu Raja R.
Mari lestarikan budaya dan dukung kebangkitan UMKM lokal Indonesia. (01)

















