Sharing Time Spesial Hari Kemerdekaan: Lebih menguatkan Hati dalam Pengendalian Diri
Nasional, Darahjuang.online — Dapur Muslimah Baiti Jannati, Dapur Kite, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Sahabat Cita Khatulistiwa, kembali menyelenggarakan Sharing Time Spiritual Journey: Find A Meaningful Life edisi ketiga pada minggu (16/8) berlokasi di kantor PLN UP3 Ketapang.
Kegiatan Seminar Sharing Time ini bertepatan dengan Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke 81 Tahun, yang diikuti sebanyak 30 peserta dari kalangan perempuan muslim dari berbagai latar belakang profesi dan usia.
Yuarizal Ibrani yang merupakan Manajer PLN UP3 Ketapang dan juga sebagai alumni ESQ 165, memberikan materi yang sangat dalam atas kajian tentang spiritual, emosional dan sejarah perjalanan peradaban kemajuan bangsa, tegasnya.
“Pesan pentingnya kepada peserta untuk memperkuat hati dalam upaya pengendalian diri dalam tindakan yang bermanfaat bagi lingkungan dan menumbuhkan rasa semangat dalam berbuat kebaikan”, terangnya.
Lebih lanjut, Yusrizal mengatakan pendalaman kajian materi yang disampaikan untuk memperkuat spritual sebagai kunci bagi seseorang untuk mengenal dirinya, penciptanya dan kehidupan yang ada sekarang, ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta Rimbayani mengungkapkan rasa senang dan bahagia bisa mengikuti sharing time kali ini. Bukan hanya memperkuat silaturahmi semata, tapi lebih pada mendapat berbagai macam pengetahuan baru dalam membuka pikiran dan mempertajam kekuatan hati sehingga lebih peka dalam tindakan, tandasnya.
“Pokoknya apresiasi atas kegiatan ini sangat baik untuk mengembangkan diri, kami merasa beruntung dapat mengikuti sharing time ini dan kedepan bisa mengikutinya kembali”, ucapnya terkesan.
Secara terpisah, Ketua Sahabat Cita Khatulistiwa, Neng Marlina Efendi mengungkapkan sharing time edisi kemerdekaan sebagai upaya penguatan literasi perempuan dalam memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual, jelasnya.
“Merdeka itu saat Perempuan memiliki ilmu. Intinya, perempuan yang berilmu dan paham agama adalah benteng terkuat untuk keluarga dan bangsa. Makin luas wawasan kita, makin merdeka juga cara kita mendidik dan bermanfaat buat sekitar”, tutupnya. (01)

















