Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

OMC Kalsel Catat Keberhasilan di Atas 80 Persen, Hujan Buatan Terus Digenjot untuk Tekan Karhutla

Banjarbaru, Darahjuang.online — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan terus dioptimalkan sebagai salah satu upaya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pelaksanaan OMC dinilai cukup efektif karena penyemaian awan dilakukan berdasarkan data dan kondisi meteorologi secara real-time.

Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, di dampingi oleh Danlanud Sjamsuddin Noor Kolonel pnb L. P. Ambarita, saat meninjau pelaksanaan OMC di Lanud Sjamsuddin Noor, Senin (7/9/2026).

Alaku

Dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, dirinya mengatakan, tingkat keberhasilan penyemaian awan dalam pelaksanaan OMC di Kalsel telah mencapai lebih dari 80 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa intervensi terhadap awan potensial dilakukan secara tepat berdasarkan analisis cuaca.

“Pelaksanaan TMC ini cukup sukses. Data dari BMKG menunjukkan tingkat keberhasilan di atas 80 persen. Prediksi awan potensial bisa kita intervensi dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyemaian tidak dilakukan secara sembarangan. Tim OMC terlebih dahulu mengidentifikasi awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan, kemudian menentukan titik penyemaian berdasarkan kondisi dan potensi awan tersebut.

“Prinsip kita jelas, terukur, efektif, dan efisien demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan, penyemaian awan tidak harus selalu dilakukan tepat di atas wilayah yang sedang mengalami kebakaran. Selama terdapat awan potensial di suatu wilayah, penyemaian tetap dapat dilakukan untuk menghasilkan hujan. Curah hujan yang turun di daerah lain dinilai tetap memiliki manfaat dalam membantu menjaga kondisi lingkungan dan mengurangi risiko meluasnya dampak karhutla.

Sementara itu, Komandan Lanud Sjamsuddin Noor Kolonel Pnb Hilman L. P. Ambarita mengatakan, pelaksanaan OMC pada Senin tersebut telah dilakukan sebanyak dua sortie dan menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.

“Sortie pertama di Tanah Bumbu, kemudian sortie kedua di wilayah utara tengah, yaitu Binuang, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan OMC akan terus menyesuaikan dengan perkembangan cuaca dan potensi awan. Bahkan, operasi dapat dilakukan kapan saja ketika kondisi memungkinkan, baik pagi, siang, sore maupun malam hari.

“Kapan pun kita membutuhkan, tergantung cuaca, kita siap. Mau pagi, siang, sore atau malam, kita segera berkoordinasi,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan OMC merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari AirNav, Angkasa Pura, Lanud, BPBD hingga tim OMC. Setiap potensi awan yang memungkinkan untuk disemai akan dimaksimalkan guna mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

“Sekecil apa pun potensinya, kapan pun ada, akan kita maksimalkan untuk mendukung penyelesaian masalah karhutla di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *