Bersama Warga, GPA Gendong Adventure Tanam Harapan di Pesisir Pondok Kelapa
BENGKULU TENGAH, Darahjuang.online – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-11, Gerakan Pecinta Alam (GPA) Gendong Adventure menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di pesisir Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada Minggu (06/09).
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai respons atas darurat ekologis yang mengancam kawasan tersebut, di mana ruang hidup warga kian terhimpit oleh abrasi air laut dan erosi sedimentasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Lemau dan Kenaikan permukaan air laut dipantai Desa pondok kelapa.
Kondisi kritis ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Ancaman hilangnya daratan bukan lagi sekadar cerita jauh, melainkan realitas yang menghantui keseharian warga di pesisir.
“Kami berharap dengan adanya penanaman ini rumah kami bisa terjaga dari abrasi air laut dan air sungai, karena lokasi rumah kami ini sudah seperti pulau terkepung oleh air laut dan air sungai. Kami sangat berharap pemerintah bisa lebih tanggap dan ada solusi bagi kami,” ungkap salah seorang ibu, perwakilan warga Desa Pondok Kelapa, yang turut serta menanam di lokasi.
Menjawab keresahan masyarakat yang ruang hidupnya terancam, Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperjuangkan solusi infrastruktur pelindung secara permanen.
“Saya sedang berusaha untuk mengajukan pembangunan tanggul ke pemerintah pusat,” ujar Bupati dalam kata sambutannya di hadapan warga dan peserta aksi.
Sementara itu, Ketua Umum GPA Gendong Adventure, Haikal Rohansyah, menegaskan bahwa penanaman 1.000 mangrove ini adalah langkah awal membangun “benteng kehidupan” bagi warga desa, dan bukan sekadar perayaan seremonial tahunan organisasi.
“Setiap bibit yang kita tanam di atas lumpur pesisir ini adalah doa dan harapan yang kita tancapkan. Kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, kita akan selalu melakukan monitoring untuk dapat memastikan bibit yang kita tanam ini hidup dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tegas Haikal.
Ia menambahkan bahwa memastikan bibit tumbuh kokoh adalah bentuk komitmen dan janji nyata GPA Gendong Adventure kepada generasi penerus.
Selain itu, kapolda Bengkulu, Irjen. Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., yang diwakili oleh Direktur Samapta (Dir Samapta), menginstruksikan pentingnya pengawasan agar inisiatif ekologis ini memberikan hasil nyata. “Bibit yang ditanam ini harus kita monitoring dan jangan berhenti sampai di sini,” pesannya.
Kegiatan penanaman ini menjadi simbol persatuan dan kolaborasi berbagai elemen. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran kepemerintahan desa, Kepala Desa Pondok Kelapa Bapak Alamsyah, Faisal Eriza, S.T., M.AP. beserta jajaran, serta ratusan anggota pecinta alam Se-provinsi Bengkulu.
Melalui sinergi nyata antara masyarakat, aktivis lingkungan, kepolisian, dan pemerintah daerah, diharapkan Desa Pondok Kelapa dapat terus terlindungi untuk warisan generasi yang akan datang. (01)


















