Aluh Aluh, Darahjuang.online — Turnamen sepak bola Liga Amal Tanipah Cup 2026 resmi berakhir setelah berlangsung meriah di Desa Tanipah, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya penonton dan peserta yang mengikuti pertandingan hingga laga final. Anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Dapil Banjar 3, Muhammad Saidi, mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan turnamen tersebut.
“Ya, luar biasa hari ini. Saya berterima kasih kepada kawan-kawan panitia yang luar biasa dari awal persiapan sampai akhir, alhamdulillah lancar,” ujar Muhammad Saidi kepada awak media saat ditemui seusai kegiatan pertandingan.
Menurutnya, turnamen tersebut menjadi gambaran tingginya minat masyarakat Aluh-Aluh terhadap olahraga sepak bola. Namun, antusiasme itu belum didukung dengan ketersediaan fasilitas berupa lapangan sepak bola permanen.
Ia berharap pembangunan lapangan sepak bola di Kecamatan Aluh-Aluh dapat direalisasikan. Bahkan, ia menyebut target tersebut diharapkan dapat diwujudkan pada 2028 atau 2029.
“Ke depan kita mau Aluh-Aluh, mempunyai lapangan sepak bola di Kecamatan Aluh-Aluh. Mudah-mudahan 2028, 2029 kita bisa merealisasikan. Mudah-mudahan, doakan, karena antusias warga luar biasa walaupun tidak punya lapangan, tapi tetap mereka antusias berolahraga untuk sepak bola,” katanya.
Dirinya juga menjelaskan, Liga Amal Tanipah Cup 2026 diikuti sebanyak 26 tim yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Banjar, tetapi juga dari daerah tetangga seperti Barito Kuala dan Tanah Laut.
“Untuk peserta ada 26 peserta, dan itu seluruhnya dari Kalimantan Selatan. Terutama kabupaten tetangga kita Batola, Tanah Laut, dan mendominasi Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, turnamen tersebut juga membawa misi sosial. Saidi mengatakan, sejumlah pemasukan yang diperoleh selama kegiatan, termasuk dari parkir dan aktivitas pedagang, akan disumbangkan untuk kepentingan masjid di Desa Tanipah.
“Kita penghasilan hari ini beberapa ada dari parkir, ada dari orang jualan, itu semua kita sumbangkan ke masjid di Desa Tanipah,” jelasnya.
Terkait fasilitas olahraga, Saidi menyoroti kondisi lapangan yang digunakan dalam turnamen. Lapangan tersebut merupakan area persawahan yang hanya dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertandingan ketika kondisi kemarau.
“Lapangan sepak bola ini terjadi karena ada kemarau. Apabila ada kemarau baru bisa dilaksanakan pertandingan, satu tahun pun bisa tidak terjadi,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banjar dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas olahraga di wilayah Dapil 3, khususnya Kecamatan Aluh-Aluh. Saidi juga meminta KONI memperhatikan potensi atlet-atlet dari wilayah tersebut yang dinilainya memiliki bakat untuk berkembang.
“Harapan saya atlet-atlet Kabupaten Banjar bisa berkembang, khususnya daerah-daerah Dapil 3 yang sampai saat ini tidak punya lapangan sepak bola, khususnya Aluh-Aluh,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, tak lupa dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah melakukan pengamanan selama turnamen berlangsung. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan situasi yang aman dan kondusif.
“Tujuan kita itu supaya hobi itu menjadi salah satu hal yang dominan di sini. Saya berharap nanti narkoba di Aluh-Aluh tidak ada lagi di sini, Say no to narkoba, olahraga yes,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Liga Amal Tanipah Cup 2026, Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah mengikuti turnamen, baik dari luar daerah maupun tim lokal. Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan sukses.
“Terima kasih banyak kepada seluruh pemain-pemain yang dari luar dan juga dari lokal yang alhamdulillah hari ini pelaksanaannya luar biasa, berhasil, sukses dan juga aman,” ujar Abdul Wahab.
Menurutnya, pelaksanaan turnamen semula direncanakan berlangsung selama 12 hari. Namun, kondisi alam dan kesepakatan panitia membuat pelaksanaan diperpanjang hingga sekitar 15 hari.
“Acara berjalan lancar sesuai dengan dengan rencana, dan kita berharap acara seperti bisa terus di laksanakan untuk mencari bibit bibit berprestasi,” pungkasnya.(14).


















