Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Aksi Sosial Massal Penambaan Laung Kuning Disambut Antusias Warga, Layanan Pengobatan Tradisional Jadi Perhatian

Banjarmasin, Darahjuang.online – Aksi sosial massal Penambaan Laung Kuning Palak dengan mengusung tema “Bersama Sehat untuk Bersama” mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan tersebut digelar Minggu (4/10/2026) di kawasan Siring Tuntung Pandang, KM 0, Banjarmasin.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah layanan pengobatan tradisional yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya bekam, keretek tulang, urutan massal hingga pijat tradisional.

Alaku

Bendahara Penambaan Laung Kuning, Hj. Siti Rusiah Alzena, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan pihaknya sebagai bagian dari organisasi Penambaan Laung Kuning Palak.

“Ini perdana kita yang di Penambaan Laung Kuning. Kita kan Palak ormas kita,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Warga disebut menyambut kegiatan dengan gembira dan bahkan berharap aksi sosial serupa dapat kembali digelar.

“Alhamdulillah masyarakat menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan menunggu kapan lagi kita aksi sosial gratis massal yang akan datang,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada Minggu berikutnya. Lokasi kegiatan juga direncanakan masih berada di kawasan Siring Menara Pandang.

“Insya Allah kita adakan lagi di Minggu yang akan datang, insya Allah di Siring Menara Pandang lagi,” ujarnya.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp10 ribu. Menurut Siti, biaya tersebut diperuntukkan bagi stiker pendaftaran dan bukan sebagai tarif pengobatan.

“Pendaftaran Rp10.000, untuk stikernya sekali saja,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Penambaan Laung Kuning memiliki lebih dari 30 anggota. Namun, pada kegiatan kali ini sekitar 10 hingga 11 orang yang turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Salah seorang warga, Iwan, mengaku sengaja datang ke kawasan Siring bersama keluarga. Ia kemudian mendapat informasi dari rekannya mengenai layanan pijat tradisional yang tersedia dalam kegiatan tersebut.

“Sengaja datang. Kebetulan ada kawan di sini, kemudian disuruh mencoba pemijatan,” tuturnya.

Setelah menjalani pijat tradisional, Iwan mengaku merasakan kondisi tubuh yang lebih nyaman. Ia juga membuka kemungkinan untuk kembali mengikuti layanan serupa apabila memiliki waktu luang.

“Lumayan terasa enak, nyaman,” katanya.

Iwan juga menilai biaya yang dikeluarkan masyarakat masih tergolong wajar. Menurutnya, masyarakat cukup membayar biaya pendaftaran dan kegiatan tersebut memiliki nilai sosial karena para pelaksana juga memberikan tenaga untuk membantu warga mendapatkan layanan kesehatan tradisional.

“Ya wajar aja, berkah. Mereka mengeluarkan tenaga di sini. Sama-sama mau jadi berkah, mereka juga mencari kesehatan. Penting kita sehat,” ujarnya.

Sementara itu, ia berharap keberadaan Penambaan Laung Kuning semakin dikenal dan masyarakat tidak ragu memanfaatkan kegiatan sosial yang mereka gelar.

“Semoga masyarakat lebih banyak lagi untuk menyerahkan dirinya untuk berobat di Penambaan kita Laung Kuning. Membudayakan tradisi kita, awak wagas rakat badingsanak,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *