Kota Bengkulu, Darah Juang Online — Pengalaman pahit harus dialami 34 anak kost dan 9 keluarga Jalan Sumatera Kelurahan Sukamerindu RT 07 RW 04 Kec. Sungai Serut Kota Bengkulu, bagaimana tidak akses jalan yang telah berfungsi sejak tahun 2011, pada bulan Januari 2021 telah dilakukan penutupan jalan (ditembok) oleh oknum masyarakat sekitar.
Hal ini sebagaimana yang di informasikan warga Kampung Bali Kota Bengkulu, Eflan Heri yang juga pemilik kost-an dilokasi tersebut. Harus mengalami kebingungan Terkait masalah penutupan jalan didepan rumahnya oleh keluarga Ibu Nurhasanah.
Adapun jalan yang ditutup tembok tinggi kurang lebih 2,5 Meter, menurut Eflan sebelumnya adalah jalan umum. “Pada saat membeli tanah, ada perjanjian pihak bersedia memberikan jalan secara permanen, maka tanah dibeli secara langsung. Maka dibuatlah surat perjanjian bersama dengan Ibu Nurhasanah selalu pemilik lahan di kantor Lurah. Lurah pada saat itu namanya Pak Rubian. Sebagaimana perjanjian kami hari Selasa tanggal 8 Maret 2011, dan telah ditandatangani para pihak. ” Terang Eflan kepada awak media. Kamis (16/12/21)
“Setelah tanah jadi dibeli, maka jalan ini saya bangun dengan dana saya sendiri, upah tukang saya bayar sendiri. “Sejak 2011-2020 jalan ini telah difungsikan oleh para Mahasiswa dan warga sekitar. Ada tukang galon, orang berjualan kue, dan aktifitas lainnya.” Eflan menambahkan.
Lebih lanjut, Eflan menerangkan bahwa pernah ada upaya mediasi dari pihak kelurahan Sukamerindu. “Saat itu kita datang, ada juga pihak RW, RT, Ketua Adat, Babinsa dan aparat. Tetapi pihak yang menembok jalan tidak datang. Kita sudah berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, namun belum ada titik temu. ” Katanya.
Eflan juga berharap, “Kepada Pak Walikota agar dapat membantu menyelesaikan persoalan ini. ” Tutur Eflan dilokasi penembokan jalan.
Diketahui, Eflan Hari juga telah menyampaikan hal ini kepada pihak Polda Bengkulu pada bulan Agustus 2021 yang lalu. (12)

















