Banjarbaru, Darahjuang.online – Aksi balap liar di Kota Banjarbaru berujung tindak kekerasan. Seorang sopir truk yang bekerja sebagai tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru menjadi korban penusukan setelah berpapasan dengan sekelompok remaja yang diduga terlibat balap liar.
Kasus tersebut diungkap langsung Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda dalam konferensi pers di Mapolres Banjarbaru, Jumat (23/10/2026). Satreskrim Polres Banjarbaru telah mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial AA dan LV untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, peristiwa itu bermula ketika korban hendak pergi ke sebuah minimarket pada malam hari. Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan sejumlah remaja yang diduga sedang melakukan balap liar.
Sebelumnya, petugas kepolisian telah memberikan imbauan kepada kelompok tersebut. Namun, masih ada sejumlah orang yang berada di lokasi ketika korban melintas.
Situasi kemudian memanas setelah muncul provokasi dengan meneriakkan tuduhan bahwa korban merupakan anggota intelijen. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju minimarket, tetapi justru didesak hingga akhirnya mengalami penusukan menggunakan senjata tajam berupa pisau.
“Jadi hasil pemeriksaan sementara, korban itu pada saat malam mau ke Indomaret. Kemudian di situ dia berpapasan dengan para pelaku balap liar yang sudah dilakukan imbauan oleh petugas Kepolisian Polres Banjarbaru, tapi masih ada sisa di situ,” ujar AKBP Pius.
Ia melanjutkan, situasi semakin tidak terkendali setelah ada pihak yang memprovokasi dan meneriakkan bahwa korban merupakan intel. Korban kemudian melarikan diri, tetapi tetap didesak hingga ditusuk menggunakan pisau.
Terkait dugaan motif dan alasan pelaku membawa senjata tajam, Kapolres menyatakan bahwa hal tersebut masih perlu didalami. Polisi juga terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku guna mengungkap lebih jauh rangkaian kejadian dan peran masing-masing.
“Kita amankan dua orang inisial AA sama LV. Ini sudah langsung kita amankan dan saat ini sedang kita dalami untuk proses penindakan lebih lanjut,” tegasnya.
Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat timbul dari aktivitas balap liar di jalanan. Polres Banjarbaru mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keselamatan diri maupun orang lain serta segera melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum kepada pihak kepolisian.(14).


















