Medan, Darah Juang Online – Setelah hampir dua Tahun lebih negri ini di landa Vandemi Covid-19 banyak sektor yang terkena imbasnya, termasuk juga pelaku UMKM. Kini ahirnya Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengupayakan untuk membangkitkan kembali UMKM, salah satunya dengan membuka Kesawan City Walk (KCW). Jum’at (17/12/21)
Dihadapan awak media yang turut hadir. Bobby mengungkapkan “Kami (Pemko Medan) akan membantu para pelaku UMKM supaya dapat bertahan dan berkembang di masa pandemi Covid-19 yang masih melanda Kota Medan. Melalui KCW ini, saya juga ingin membentuk ekosistem ekonomi baru di Kota Medan sehingga para pelaku UMKM dapat meningkatkan peekonomiannya,” ucap Bobby
Tidak hanya membantu para pelaku UMKM untuk bangkit kembali, menantu Presiden Joko Widodo itu juga ingin membangun pariwisata di ibukota Provinsi Sumut melalui KCW, khususnya sektor kuliner yang dikolaborasikan dengan bangunan tua nan kaya akan nilai sejarah serta bergaya arsitektur campuran Eropa, China dan Melayu di kawasan Kota Lama Kesawan.
Di samping itu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Wahyu Ario Pratomo mengatakan, langkah Bobby Nasution membuka KCW sebagai pusat kuliner Kota Medan telah berdampak terhadap peningkatan pendapatan UMKM, ditinjau dari transaksi dan jumlah masyarakat yang datang mengunjungi KCW. Bahkan, KCW saat ini menjadi satu destinasi baru wisata kuliner Kota Medan.
“ KCW terletak di kawasan heritage atau Kota Lama Medan. Daya tarik Kota Lama Medan dipadukan dengan pusat kuliner menjadikan kawasan ini menjadi sangat menarik. Dalam pengembangan kawasan wisata perlu disiapkan atraksi, amenities dan aksesibilitas,” ungkap Wahyu.
Kemudian Wahyu juga mengungkapkan, membangkitkan UMKM Kota Medan telah tertera dalam visi dan misi Wali Kota, diantaranya program yang dapat membangkitkan UMKM Kota Medan adalah Sakasanwira (Satu Kelurahan Satu Kewirausahaan) merupakan program sangat bagus untuk membangun klaster UMKM berdasarkan keunggulan daerah masing-masing. Dikatakannya, kewirausahaan tidak hanya menyangkut produksi saja, tetapi juga meliputi seluruh proses mulai dari bahan baku, produksi, pengemasan, keamanan produk dan pemasaran.
“Selama ini program pemerintah hanya fokus pada produksi, tanpa memikirkan bagaimana memasarkan produk itu atau keamanan produk untuk dikonsumsi, sehingga perlu sertifikat dari BPOM, PIRT dan MUI. Kemudian perlu adanya kerja sama dengan pemasaran. Saat ini pemasaran produk sudah semakin luas, diantaranya melalui Market Place. Pemko Medan harus terus menggandeng market place agar turut membantu memasarkan produk UMKM Kota Medan.” Pungkasnya. (20/ Hms Kominfo)


















