Alaku
Alaku
Alaku Alaku

BI Sumut bersama lembaga terkait berkolaborasi dalam Forum NEXT

BI Sumut bersama lembaga terkait berkolaborasi dalam Forum NEXT

 

Alaku

Medan, Darahjuang.online — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera, DJP Sumatera Utara, dan Lembaga Penjamin Simpanan Kantor Perwakilan Sumatera Utara, berkolaborasi melalui Forum North Sumatra Economic Xceleration Talk (NEXT), dihadiri oleh pemerintah daerah, pimpinan perbankan, akademisi, asosiasi, media serta berbagai mitra strategis di Provinsi Sumatera Utara.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, dalam sambutannya menekankan pentingnya strategi penguatan ekonomi daerah melalui pendekatan THR (Terobosan, Harmonisasi, Realisasi) untuk menghadapi era Turbulence, Uncertainty, Novelty, Ambiguity (TUNA).

 

Berbagai langkah diarahkan untuk memastikan kecukupan pasokan pangan dan kelancaran distribusi barang, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk revitalisasi pasar tradisional dan penguatan peran UMKM agar tetap produktif, ujar Rudy Brando. Kamis (12/3/26)

 

Upaya tersebut juga sejalan dengan dukungan terhadap berbagai program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah, katanya

 

Dalam diskusi yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi, menyampaikan bahwa dinamika perekonomian global masih diwarnai oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta dampak perubahan iklim yang memberikan tekanan terhadap produksi pangan dan stabilitas harga komoditas.

 

Di sisi lain, sejumlah harga komoditas global seperti minyak, crude palm oil (CPO), batubara, dan nikel menunjukkan tren peningkatan yang turut memengaruhi dinamika perekonomian nasional maupun daerah, kata Iman Gunadi.

 

Dijelaskannya. Ke depan, perekonomian diperkirakan tetap tumbuh positif pada kisaran 4,9–5,7%, didukung oleh terjaganya stabilitas makroekonomi dan penguatan permintaan domestik.

 

Sejalan dengan hal tersebut, perekonomian Sumatera Utara diprakirakan akan kembali pulih pada tahun 2026 dan semakin menguat pada tahun 2027 dengan pertumbuhan sekitar 5,1%, didukung oleh membaiknya aktivitas ekonomi, stabilitas harga, serta penguatan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah.

 

Sambung Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, memaparkan dukungan terhadap kebijakan pemberian perlakuan khusus kredit atau pembiayaan bagi debitur terdampak banjir dan longsor.

 

Selain itu, dukungan juga diberikan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disalurkan kepada 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total nilai mencapai Rp1,02 triliun.

 

Kepala Divisi Edukasi Hubungan Masyarakat dan Kelembagaan LPS 1 Medan, Pramuji Novri H, menyampaikan perbankan di Sumatera Utara juga menunjukan kondisi likuiditas yang memadai dan ruang yang cukup untuk menjalankan fungsi intermediasinya.

 

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara, Edy Purwanto, menyampaikan.

 

Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyesuaian tersebut meliputi perpanjangan tenor kredit, penambahan plafon pembiayaan (suplesi), pemberian masa tenggang pembayaran (grace period), serta usulan penghapusan kewajiban bagi debitur KUR yang usahanya tidak dapat dilanjutkan akibat dampak bencana. (Rls/22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *