Banjarbaru, Darahjuang.online – Suasana Ramadan di Pondok Pesantren, Panti Asuhan, Majelis Taklim, dan TPQ Raudlatul Mutaallimin Annahdliyah (RMA) Banjarbaru terasa lebih semarak dengan digelarnya kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim serta kaum duafa, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tahunan tersebut dihadiri ratusan santri, anak yatim, serta masyarakat sekitar pondok. Acara juga dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran yang menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Tokoh agama sekaligus pimpinan Ponpes RMA, Kiyai Haji Muhari atau yang akrab disapa Gus Muha, mengatakan kegiatan buka puasa akbar tahun ini berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini lebih meriah karena melibatkan sekitar 130 santri yang terdiri dari santri mukim, santri Taman Pendidikan Al-Quran, serta anak-anak yatim dan duafa dari sekitar pondok dan Kelurahan setempat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Quran oleh para santri mukim yang telah menyelesaikan khataman. Setelah itu dilanjutkan dengan doa bersama, santunan kepada anak yatim, serta buka puasa bersama.
Menurut Gus Muha, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Lazis Nahdlatul Ulama, Bank Kalsel dan PLN Kalimantan Selatan yang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
“Harapan kami kegiatan ini dapat meneguhkan semangat Ramadan untuk berbagi. Ramadan bukan hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial kepada sesama,” terangnya.
Selain fokus pada pendidikan agama, Ponpes RMA juga berupaya membekali para santri dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Untuk itu, pihak pondok menjalin kerja sama dengan SMK Yayasan Pendidikan Perguruan (YPK) agar para santri dapat mempelajari keterampilan seperti otomotif, kelistrikan, hingga manajemen bisnis.
“Dengan kerja sama ini kami ingin santri tidak hanya memahami ilmu agama secara klasik, tetapi juga memiliki pengetahuan umum dan keterampilan yang bermanfaat ketika mereka terjun ke masyarakat setelah lulus dari pondok,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK YPK, Masrukiah, menyampaikan pihaknya mendukung peningkatan mutu pendidikan santri dengan membuka kesempatan belajar bagi mereka di sekolah kejuruan.
“Kami ingin meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat spiritual para santri. Karena selain mempersiapkan bekal akhirat, mereka juga perlu dibekali keterampilan untuk masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah juga berkomitmen membantu santri agar tidak putus sekolah karena kendala biaya. Bahkan, sekolah siap menerima siswa dari kalangan pondok pesantren tanpa membebani biaya tambahan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Harapan kami tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena biaya. Jika memiliki Kartu Indonesia Pintar, silakan diajukan. Kami siap membantu agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.(14).
Buka Puasa Akbar dan Santunan Yatim Warnai Peringatan Ramadan di Ponpes RMA Banjarbaru
















