Banjar, Darahjuang.online – Pembukaan Cabang Pondok Pesantren RMA di Desa Limamar mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kehadiran pondok tersebut dinilai menjadi solusi positif bagi anak-anak untuk lebih mendalami ilmu agama sekaligus mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat, seperti bermain gawai secara berlebihan.
Penasihat Pondok Pesantren RMA cabang Limamar, Haji Basriani, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berdirinya cabang pondok tersebut di Desa Limamar. Menurutnya, keberadaan pondok menjadi wadah pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah.
“Dengan adanya bimbingan ustadzah di Ponpes RMA desa Limamar ini, kami merasa sangat senang hati. Pondok Pesantren ini untuk mengolah dan mendidik anak-anak,” jelasnya, Minggu 24/05/2026.
Beliau menjelaskan, metode pendidikan yang diutamakan di Pondok Pesantren RMA cabang Limamar lebih menitikberatkan pada pendidikan dasar agama, khususnya pembelajaran salat dan pengajian Al-Qur’an.
“Yang utama itu mendidik anak-anak belajar salat dan pengajian,” katanya.
Haji Basriani juga berharap Pondok Pesantren tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan generasi penerus yang memiliki akhlak baik di masa depan. Ia menilai perkembangan santri selama sepekan setelah pembukaan menunjukkan hasil yang positif.
“Kalau peningkatan anak didik ini, satu hari ke depannya makin baik dan makin bagus,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga melihat antusiasme orang tua sangat tinggi dalam mendukung kegiatan pembelajaran di pondok Pesantren . Menurutnya, banyak wali murid merasa terbantu karena anak-anak mereka kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar mengaji dibanding bermain handphone.
“Orang tuanya sangat mendukung dan senang hati juga, karena anak-anak tidak lagi hanya main HP, tapi kegiatannya belajar mengaji,” imbuhnya.
Sementara itu, pengajar sekaligus Kepala Sekretariat Pondok Pesantren RMA Cabang Limamar, Ustadzah Farida mengatakan dukungan masyarakat menjadi semangat tersendiri bagi pengurus dalam mengembangkan pondok tersebut. Ia menyebut warga sekitar memberikan tanggapan yang sangat baik sejak awal berdirinya pondok.
“Alhamdulillah, tanggapan warga sekitar sangat baik dan sangat mendukung adanya Cabang RMA Limamar ini. Anak-anak jadi bisa meluangkan waktunya untuk menuntut ilmu agama,” ujarnya.
Saat ini, jumlah santri dan santriwati yang belajar di Pondok Pesantren RMA Cabang Limamar, dalam beberapa hari di buka, mencapai sekitar 45 orang. Dalam proses pembelajaran, pihak pondok menerapkan berbagai metode pendidikan agama dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.
“Di sini kami mengajarkan tilawati, hafalan surah-surah pendek, doa-doa harian, praktik salat, fardu kifayah, dasar ilmu tauhid, fikih, dan akhlak,” jelas Ustadzah Farida.
Ia berharap ke depan Pondok RMA Cabang Limamar semakin berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
“Semoga Pondok Pesantren RMA Cabang Limamar semakin maju dan bisa mencetak generasi saleh dan salehah yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” harapnya.
Dukungan juga datang dari salah satu wali murid, Lisdayanti. Ia mengaku sengaja menyekolahkan anaknya di pondok tersebut agar lebih memahami Al-Qur’an dan terhindar dari kebiasaan bermain HP hingga larut malam.
“Supaya anak ulun lebih pintar mendalami Al-Qur’an dan tidak main HP malam-malam,” katanya.
Sebagai orang tua, Lisdayanti berharap pondok tersebut terus berkembang dan memiliki semakin banyak murid di masa mendatang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus pondok yang telah menghadirkan lembaga pendidikan agama di wilayah mereka.
“Terima kasih kepada pengurus yang sudah membangun sekolah di sini, mudah mudahan kedepan dengan adanya Pondok Pesantren RMA di Limamar ini bisa menjadikan tempat pendidikan agama agar anak anak kami bisa lebih memahami tentang agama,” tutupnya.(14).

















