Benteng, Darah Juang Online — Diskusi Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Lembaga Penanggulang Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdatul Ulama (NU) Bengkulu Tengah menghasilkan rekomendasi bahwa Bencana Alam Menjadi Ancaman Nyata Bagi Masyarakat di Bengkulu Tengah.
Diskusi yang dilaksanakan yang bertempat di Sekretariat Bersama NU Bengkulu Tengah, menghadirkan langsung sebagai Narasumber Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu Abdullah Ibrahim Ritonga dan Ketua LPBI NU Provinsi Bengkulu Kyai Slamet Imam Wakhyudin.
Dibuka secara langsung oleh Ketua LPBI NU Benteng Kasio didampingi Sekretaris Rizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sudah menjadi sebuah tugas bagi seorang Khalifah untuk berbuat kebaikan dan melawan kemungkaran.
“Ini menjadi ikhtiar LPBI NU Benteng, dalam mengemban tugas khususnya dalam menjawab persoalan kebencanaan dan perubahan iklim.” Katanya.
Ditempat yang sama, Direktur ED WALHI Bengkulu, yang biasa disapa Baim menjelaskan bahwa persoalan bencana sudah menjadi persoalan internasional, khususnya di Indonesia.
“Dalam kajian WALHI secara nasional, dampak perubahan iklim tidak hanya mengakibatkan meningkatnya bencana alam seperti banjir, kekeringan, badai, dan pemanasan global. Namun juga berdampak di banyak sektor.” Katanya.
Lebih lanjut dijelaskan “Hal ini terjadi, tidak hanya terkait posisi Indonesia di wilayah ring of fire sehingga beresiko tingginya bencana, namun ada juga dipengaruhi oleh faktor no alam.” Papar Ibrahim, dalam paparannya.
Bicara di Bengkulu Tengah, menurut Baim faktor tersebut harus dilihat dari bagaimana penguasaan wilayah hutan dan pengelolaannya terhadap kelestarian dan keberlanjutan kawasan itu sendiri.
“Tercatat sejak 1978 hingga 2020, di Bengkulu Tengah setidaknya telah terjadi 10 (sepuluh) kali bencana alam, bahkan di bulan April 2020 dampak bencana tersebut telah mengakibatkan banyaknya korban jiwa, kerukan terhadap bangunan mencapai ribuan, dan masih ada korban yang hilang.” Tambahnya.
Sehingga WALHI Bengkulu sangat menyambut baik inisiasi LPBI NU Benteng dalam hal mengadakan kegiatan seperti ini. Pungkas Ibrahim.
Sedangkan Kyai Imam, mengingat kita semua tentang segala sesuatu harus dilihat sebagai nilai ibadah.
“Terkait kebencanaan ada 3 (tiga) hal, bahwa itu sunnatullah, azab sebagai sebuah peringatan bagi umat manusia, dan ikhtiar kita sebagai khalifah Allah SWT.” Ucapn, Pria yang biasa disapa Ayah oleh Anggota LPBI ini.
Kemudian Slamet Imam, juga mengingat anggota LPBI NU Benteng agar ikhtiar ini juga bagian dari ibadah kepada Tuhan YME.
Untuk diketahui, kegiatan ini selain diikuti oleh internal LPBI NU Benteng juga melibatkan masyarakat umum. “Agenda ini akan menjadi agenda rutin lembaga, dan setiap bidangnya boleh mengusulkan tema dan dapat menghadirkan narasumber sesuai bidangnya terkait kerja-kerja lembaga LPBI.” Sampai Sekretariat LPBI NU Benteng Rizal. (Rls)

















