Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Empati di Tengah Banjir, Kapolda Kalsel Fasilitasi Operasi Gratis dan Trauma Healing untuk Dua Anak Yatim

Banjarmasin, Darahjuang.online – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya menyisakan dampak materiil, tetapi juga kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin turun langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Di sela-sela peninjauan, Kapolda Kalsel bertemu dengan dua anak yatim piatu, Felina Delfi (11) yang akrab disapa Adel dan adiknya Jailani (5). Keduanya tinggal bersama sang nenek setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Tragedi kecelakaan tersebut meninggalkan dampak fisik serius bagi Adel dan Jailani. Adel mengalami gangguan fungsi tangan sehingga tidak dapat digunakan secara normal, sementara Jailani mengalami kelainan pada kaki yang membuatnya tidak dapat meluruskan kaki secara sempurna.

Melihat kondisi tersebut, Kapolda Kalsel menunjukkan empati dengan memberikan perhatian khusus berupa pengobatan dan tindakan operasi secara gratis. Kedua anak tersebut kemudian dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Di jelaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, luka yang dialami Adel dan Jailani memerlukan tindakan operasi guna menunjang pemulihan fisik secara maksimal.

“Kami akan melakukan operasi terhadap keduanya. Untuk Adel akan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam guna menentukan apakah operasi dapat dilakukan di Banjarmasin atau perlu dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta,” ujar Kapolda Kalsel.

Ia menjelaskan, meski kecelakaan terjadi beberapa tahun lalu, kondisi cedera yang dialami kedua anak tersebut masih memerlukan penanganan medis serius. Seluruh tindakan dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin di bawah koordinasi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko.

Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Polda Kalsel juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis Adel dan Jailani. Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan turut memberikan pendampingan trauma healing sebagai bentuk dukungan mental sebelum pelaksanaan tindakan operasi.

Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha mengatakan, trauma healing dilakukan melalui pendekatan komunikasi yang lembut dan menenangkan agar dapat mengurangi kecemasan dan trauma mendalam akibat kehilangan kedua orang tua.

“Semoga Adel dan Jailani diberikan kesembuhan dan pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga mereka dapat menatap masa depan dengan lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, Kapolda Kalsel bersama Pejabat Utama Polda Kalsel dan Bhayangkari Daerah Kalsel akan terus berkoordinasi dan berdiskusi terkait pendampingan berkelanjutan demi masa depan kedua anak tersebut. Kepedulian Polda Kalsel ini pun mendapat respons positif dari pihak keluarga yang kini fokus pada proses perawatan dan pemulihan.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *